SURABAYA, PETISI.CO – PT Petrogas Jatim Utama (Perseroda) menetapkan setoran dividen bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sebesar Rp 22,5 Miliar lebih besar rencana semula Rp 22 Miliar.
Kenaikan tersebut dikarenakan pendapatan yang diperoleh BUMD milik Pemrov Jatim tumbuh 7% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 2,164 Triliun. Juga tercatat laba bersih tercapai Rp 89,188 Miliar mencapai 121,28%, melebihi target yang ditetapkan tahun 2023 sebesar Rp 73,539 Miliar.
Hal itu terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT PJU untuk tahun buku 2023 di Kantor PT PJU, Kamis (30/4/2024).
“Alhamdulillah laporan keuangan PT PJU memperoleh status wajar tanpa pengecualian atau WTP. Ini patut kita syukuri seiring perolehan laba tahun 2023 tersebut,” kata Direktur Utama (Dirut) Dwi Budi Sulistiyana dalam siaran persnya, Jumat (3/5/2024).
RUPST dihadiri pemegang saham, yaitu Pemprov Jatim (99,06%), diwakili Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim Ir Joko Irianto MSi didampingi Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim Dr MHD Aftabuddin Rijaluzzaman SPt MSi dan turut hadir Dirut PT Air Bersih Jatim (Perseroda) Joko Triono selaku pemegang saham 0,04%.
Hadir Komisaris Utama PT PJU Husnul Khuluq dan Komisaris Achmad Fauzi. RUPST dipimpin Dwi Budi didampingi Direktur Buyung Afrianto dengan agenda pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2023 dan penggunaan laba Perseroan serta penunjukkan kantor akuntan publik.
Dwi Budi menambahkan sebagai BUMD milik Pemprov Jatim, PT PJU berkewajiban memberikan manfaat bagi masyarakat Jatim melalui kesesuaian tujuan Perusahaan dengan Nawa Bhakti Satya Gubernur Jatim.
Pada tahun 2023 penyaluran gas ke PT PLN NP sebesar 11.501 MMSCF (rata-rata 31,51 MMSCF per hari) atau setara 122,53 MW per hari. Dengan asumsi penggunaan Listrik per Rumah Tangga sebesar 1.300 Watt.
Maka Penyaluran gas PT PJU tersebut pada kelistrikan di Surabaya dapat mencakupi sekitar 86.561 Rumah Tangga dari 790.186 Rumah Tangga atau 11% dari total keperluan listrik Rumah Tangga di Surabaya.
“Juga kehadiran Pelabuhan di Probolinggo yang melayani transportasi laut arus barang inbound outbound Jatim sebesar 2 juta Ton per tahun,” katanya.
Dalam menatap masa depan, PT PJU tetap optimis bahwa sejumlah usaha baru akan menjadi sumber pendapatan, seperti pengelolaan participating interest pada WK Ketapang dan WK West Madura Offshore (WMO), usaha niaga migas untuk industri serta pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti Solar Panel, EV Charging dan sebagainya.
Mewakili Pemprov Jatim, Joko Irianto memberikan apresiasi kepada PT PJU atas terselenggaranya RUPST yang berjalan tepat waktu sesuai aturan. Dari sisi kinerja keuangan yang positif diharapkan bisa terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.
Kondisi geopolitik saat ini telah berpengaruh terhadap tingginya harga minyak dunia, yang bisa dirasakan dampak positifnya bagi perusahaan migas seperti PT. PJU. “Hal itu tentu meningkatkan pendapatan PT PJU, tetapi hal tersebut tidak selamanya terjadi, apalagi harga migas sangat sensitif dan dipengaruhi banyak faktor,” ujarnya.
Untuk itu, PT PJU tetap harus kreatif dan inovatif agar pendapatan yang dicapai saat ini bisa terus meningkat apapun kondisinya. “Tantangannya adalah PT PJU harus menggeser energi berkelanjutan, mempersiapkan SDM yang handal untuk menghadapi tantangan masa depan serta tentu saja menjaga keharmonisan internal,” katanya.
Joko Irianto menyebut Pemprov Jatim selaku pemegang saham mayoritas PT PJU akan senantiasa mendukung upaya PT PJU untuk dapat berkinerja yang lebih baik, meningkatkan keuntungan yang lebih tinggi dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi perekonomian Jatim. (bm)






