PETISI.CO
Direktur LSM Jack Centre Jatim, Agus Sugiarto saat memberikan keterangan terkait skandal korupsi'Republik Kopi'.
PERISTIWA

LSM Jack Centre Jatim Terus Memberikan Dukungan Pada Kejaksaan Terkait Skandal Korupsi ‘Republik Kopi’

BONDOWOSO, PETISI.CO – Direktur LSM Jack Centre Jatim, Agus Sugiarto, terus memberikan dukungan kepada Kejaksaan Negeri (Kejar)i Bondowoso, dalam hal ini Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) untuk menindak lanjuti hasil putusan pengadilan tipikor Surabaya, perihal pengembangan lanjutan kasus dugaan korupsi dana kopi BUMD Bogem Bondowoso.

Menurutnya, langkah awal pengembangan sudah di lakukan oleh Pidsus dengan menghadirkan mantan Bupati Bondowoso yang sekaligus sebagai komisaris utama PT Bogem, yaitu Amin Said Husni sebagai saksi kunci untuk menentukan calon tersangka yang lain.

Di sisi lain kami juga meminta kepada Pidsus untuk menghadirkan saksi-saksi lainnya yang juga ada korelasinya dengan anggaran PT Bogem, yaitu Karna Suswandi selaku komisaris dan Plt sekda Bondowoso.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Berikan Tunjangan Kepada Penjaga Situs, Cagar Budaya dan Makam

Sebab, Karna Suswandi itu yang juga ikut menentukan proses tahapan dan penetapan anggaran PT Bogem dimana waktu itu sebagai ketua tim anggaran daerah.

“Jadi kalau pak Amin Said Husni itu di panggil ya pak Karna Suswandi juga haruss di panggil donk?,” jelasnya, Selasa (13/4/2021).

Mengapa begitu, karena kedua orang tersebut yang telah merumuskan dan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 59 tahun 2018.

Sehingga kemudian setelah kami menganalisa perbup itu ternyata menjadi suatu penyebab terhadap akibat adanya potensi kerugian negara diantaranya adalah, pertama, realisasi penyertaan modal daerah harus di tetapkan dengan keputusan bupati. Sebagai bunyi pasal 2 ayat 4 oada Perbup 59 tahun 2018 tersebut.

Sehingga kemudian SK Bupati tentang realisasi anggaran untuk PT Bogem itu siapa yang menetapkan sekaligus yang menerbitkan, karena SK bupati yang mengatur soal anggaran PT Bogem tersebut yang merupakan sebab dari semua akibat terjadinya kerugian negara.

Baca Juga :  Dugaan Penyelewengan DD dan ADD di Bondowoso, Berkas Dilimpahkan Kejaksaan

“Hal seperti itu Pidsus harus peka lah,” ungkap Agus Sugiarto.

Penyidik Pidsus, tegas dia, wajib mengetahui siapa yang telah memberi perintah membuka blokir rekening PT Bogem yang kemudian anggarannya bisa terealisasi.

“Untuk itu poin 1 dan 2 tersebut, sangat erat kaitannya yang kemudian menimbulkan kerugian negara,” tegasnya.

Sekali lagi kami meminta kepada Pidsus Kejari bondowoso untuk memperhatikan apa yang kami paparkan ini sebagai langkah awal untuk menterjemahkan pasal 55 yang di amanahkan oleh pihak pengadilan Tipikor beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga :  Kejari Lamongan Kirim Dua Tersangka Korupsi ke Penjara

“Harapan kami dan masyarakat Bondowoso agar kasus PT Bogem bisa di tuntaskan tanpa harus tebang pilih,” katanya sambil mengimbuhkan, dan kami akan terus mengawal kasus PT Bogem itu sampai kasus tersebut benar benar menampakkan sebuah rasa keadilan yang tanpa jarak ataupun batas,” tandasnya.

Sekadar mengingat, Kejari Bondowoso sudah menetapkan direktur produksi PT Bogem, Rudy Hartono sebagai tersangka dan di jebloskan Ke jeruji besi.

Rudy Hartono masih seorang diri yang terjerat skandal korupsi ‘Republik Kopi’.

Tak hanya itu, dalam kasus ini sekitar 20 orang saksi telah diperiksa tim penyidik. Para saksi berasal dari internal PT Bogem serta para PNS pejabat Pemkab Bondowoso. Jaksa menyita ratusan dokumen dan berkas terkait laporan keuangan. (tif)

terkait

YUA Jatim bersama Polsek Pujon Berikan Bantuan Sembako di Pandesari

redaksi

RS Soewandhie Lakukan Perluasan dan Penambahan Fasilitas

redaksi

Menkes RI Kunker Ke RSUD Sidoarjo

redaksi