Luncurkan Aplikasi Population Clock Tingkat Provinsi, Ini Harapan Pj Gubernur Adhy

oleh -91 Dilihat
oleh
Pj Gubernur Adhy sambutan di acara peringatan Harganas ke-31 Tingkat Provinsi Jatim

SURABAYA, PETISI.CO – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono bersama Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo dan Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Maria Ernawati, meluncurkan Population Clock Provinsi Jatim dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tingkat Provinsi Jatim di Jatim Expo Surabaya, Rabu (10/7/2024).

Adhy menyambut baik diluncurkannya aplikasi tersebut. Sebab, Jatim menjadi provinsi pertama meluncurkan aplikasi ini untuk tingkat daerah/provinsi, setelah sebelumnya diluncurkan untuk tingkat pusat/nasional.

Aplikasi tersebut dapat menyajikan data real time demografi dan kelahiran di Jatim. Sehingga diharapkan aplikasi ini dapat membantu usaha penurunan stunting di daerah. Mengingat, hingga pertengahan 2024 ini, angka stunting Jatim masih sebesar 17 persen.

“Sebenarnya target kami tahun ini adalah 14 persen. Memang ada penurunan 1,5 persen dan itu yang tertinggi, tapi kami tetap tidak puas. Tapi kita masih punya waktu enam bulan. Akan terus kita usahakan,” kata Adhy.

Pihaknya optimis, seluruh elemen pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota telah dan akan terus berusaha menyelesaikan persoalan stunting. Apalagi, stunting menjadi salah satu indikator pembangunan daerah.

“Setiap daerah kita genjot untuk penurunan stunting, tapi memang ada beberapa yang jadi fokus kami. Jadi akan menjadi concern kami terkait komitmen para pemimpin daerah dan anggaran yang juga sudah dibantu oleh BKKBN,” jelasnya.

Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo dalam sambutannya mengatakan bahwa Indikator Pembangunan Keluarga (Ibangga) Jatim termasuk baik di angka 61,73. Tiga dimensi yang mempengaruhinya juga dinilai bagus.

“Indikator keluarga berkualitas itu ada tiga: tenteram, mandiri, bahagia. Di Jatim, angka tenteramnya 59,79, kemandiriannya 53,64 dan kebahagiaannya tinggi sekali di 72,37,” katanya.

Dia berharap, prestasi ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Pelaksanaan ibadah bagus, surat nikahnya jelas, konflik keluarga juga diminimalisir, mandiri secara finansial, dan jangan lupa harus bisa bahagia. “Kalau sempat rekreasi, bisa silaturahmi dan gotong-royong pasti bagus sekali,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan penghargaan untuk kategori Ibangga Award kepada lima kabupaten/kota Jatim. Yakni Kota Madiun, Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Malang, serta Kota Kediri.

Penghargaan juga diberikan kepada masing-masing tiga kab/kota untuk kategori Presentase Capaian Total Pelayaanan KB Tertinggi Dalam Rangka Momentum HUT IBI, Presentase Capaian Total Pelayaanan KB Tertinggi Dalam Rangka Momentum Pelayanan Sejuta Akseptor, serta Presentase Capaian Total Pelayaanan KB Tertinggi Dalam Rangka Momentum Hari Kartini.

Sedangkan khusus untuk Tanda Penghargaan Wira Karya Kencana, diberikan kepada Prof. Sri Sumarmi. Penghargaan ini diberikan atas prestasi, komitmen, dukungan, dan darma baktinya dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana sehingga dapat dijadikan teladan bagi orang lain. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.