Lurah Babat Jerawat Bantah Tudingan Musrenbang tak Berbasis Kerakyatan

oleh
Lurah Babat Jerawat saat menjawab pertanyaan petisi.co.

SURABAYA, PETISI.CO – Lurah Babat Jerawat H Khusairi, membantah tudingan kalau Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) di Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal Surabaya tidak berpihak kepada kebutuhan masyarakat. Menurut Lurah, bisa jadi, informasi yang beredar di masyarakat bukan dari sumber yang resmi.

“Saya sampaikan, kalau tudingan itu tidak benar. Dalam menyusun rencana pembangunan di wilayah Kelurahan Babat Jerawat, kami selalu menampung usulan dari tiap-tiap RW di wilayah Kelurahan Babat Jerawat,” ujar H Khusairi ditemui wartawan petisi.co di ruang kerjanya, Senin (13/2/2017).

Menurut Lurah berpenampilan kalem ini, untuk menghindari informasi yang tidak benar, pihaknya akan mengumpulkan para Ketua RW di wilayah Babat Jerawat. “Dengan mengundang para Ketua RW, nanti akan kita sampaikan kalau program dan rencana pembangunan di wilayah Babat Jerawat memang berasal dari usulan masyarakat,” ujarnya.

Sementara, informasi yang diperoleh, pada Jumat (10/2/29017) malam lalu, telah diadakan rapat Musrenbang di Kantor Kelurahan Babat Jerawat. Acara yang dihadiri oleh 14 Ketua RW di wilayah Babat Jerawat itu juga dihadiri Lurah Babat Jerawat, Camat Pakal Agus S, serta Edy, seksi Pembangunan Kecamatan Pakal.

Disampaikan dalam pertemuan itu, kalau wilayah Kelurahan Babat Jerawat mendapat ‘jatah’ sekitar 1,2 miliar untuk diserap dalam pembangunan yang diusulkan masyarakat. Ternyata, dalam penjelasan dari pihak kecamatan, terlontar kalau sekitar Rp 500 juta akan diguakan pembangunan lapangan futsal.

Sementara ada beberapa program pembangunan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, seperti saluran air, karena sering banjir dan usulan pemasangan PJU (Penerangan Jalan Umum) karena banyak wilayah yang masih gelap, banyak yang ditolak. “Kalau sampai digunakan untuk ppembangunan lapangan futsal Rp 500 juta, khan tinggal Rp 700 juta-an dan harus dibagi 14 RW, mana cukup?” ujar Udin, salah satu tokoh warga di Pondok Benowo Indah.

Demikian juga, yang dikatakan Nurkasan, Sekretaris RW 3. “Kalau informasi itu benar, menurut saya tidak tepat. Lebih baik membangun saluran air di Jerawat, yang selama ini banjir jika hujan,” ujar mantan Ketua Karang Taruna Kelurahan Babat Jerawat ini.

Sedang Edy Soekotjo, Ketua RW XII mengakui, jika saat dirinya ikut rapat Musrenbang, ada penjelasan mengenai rencana pembangunan lapangan futsal dengan anggaran sekitar Rp 500 juta. “Saya malah yang protes. Karena usulan kami untuk membuat saluran air antara RT 3 dan 4 ditolak dan disarankan untuk mengajukan lagi ke Dinas PU,” ujar Edy Soekotjo.

Menurut Edy Soekttotjo, seharusnya pogram pemerintah harus berbasis kerakyatan, dimana diutamakan yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat. Di wilayah Pondok Benowo Indah selama ini sering banjir jika hujan, lebih baik fokus ke pembangunan saluran air,” tambahnya.(mul)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.