Probolinggo, petisi.co – Setiap perangkat daerah diwajibkan melakukan pemantauan dan evaluasi rutin terhadap capaian indikator kinerja, terutama yang berpengaruh langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan kemiskinan, mutu pendidikan, layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi lokal.
Penegasan ini disampaikan oleh Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo saat membacakan jawaban eksekutif atas Pandangan Umum (PU) Fraksi PKS dalam rapat paripurna yang berlangsung di ruang sidang utama Gedung DPRD Kota Probolinggo.
Pemkot menyoroti pentingnya efektivitas pelaksanaan program agar seluruh kebijakan yang dirumuskan dalam R-APBD 2026 benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Disebutkan pula bahwa koordinasi lintas OPD menjadi faktor penting agar program tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling berkaitan sesuai arah pembangunan dalam RPJMD.
“Di tengah situasi ekonomi global yang dinamis serta potensi perubahan pada pendapatan daerah, kebijakan fiskal yang responsif dinilai sangat diperlukan. Karena itu, penguatan perencanaan berbasis data dan evaluasi menyeluruh menjadi prioritas pemkot agar alokasi anggaran tetap tepat sasaran,” kata Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo.
Rey Suwigtyo menambahkan, mengenai efisiensi belanja pemkot menegaskan bakal menekan kegiatan seremonial dan program yang kurang menyentuh kebutuhan masyarakat. “Sebaliknya, porsi belanja yang bersifat produktif akan ditingkatkan, khususnya untuk bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, serta infrastruktur dasar,”ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Sosial ini mengungkapkan, transformasi sektor pendidikan ditempatkan sebagai investasi strategis untuk mencetak SDM unggul dan kompetitif. Digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta pembangunan fasilitas pendidikan terus didorong sebagai landasan pembentukan ekosistem pendidikan modern di Kota Probolinggo.
“Pemkot juga mengharapkan sekolah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus membangun karakter, budaya lokal serta literasi kritis bagi peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo menegaskan, dengan R-APBD 2026 yang dirancang menggunakan pendekatan perencanaan terpadu, pemerintah yakin arah pembangunan Kota Probolinggo akan berjalan lebih terukur, inklusif dan berkelanjutan. Fokus pada peningkatan kualitas layanan publik, SDM serta daya saing diharapkan mempercepat pemerataan pembangunan.
Pemkot mengajak seluruh pemangku kepentingan masyarakat, pelaku usaha, akademisi hingga media untuk terlibat aktif mengawal dan mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan, demi mewujudkan Probolinggo yang maju, sejahtera, dan kompetitif.
“Pemkot juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan publik melalui penguatan sektor kesehatan, pengurangan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan mitigasi bencana,” tuturnya. (reb)







