Masyarakat Harus Peduli Cegah Radikalisme dan Terorism

oleh
Malam Nisfu Sya'ban Bersama Mantan Napiter Khoirul

MADIUN, PETISI.CO Pelibatan masyarakat dalam memerangi radikalisme, termasuk yang disebarkan melalui media sosial dan dunia maya menjadi penting, agar mereka paham dan mengerti bahwa kontraradikalisme itu harus digiatkan.

Menurut mantan narapidana teroris, Khoirul Ikhwan alias Irul, saat ini ada banyak generasi penerus bangsa ini terpapar intoleransi dan radikalisme, namun dibiarkan dan tidak ada kepedulian.

Karena itu, perlunya peran dari keluarga dan elemen masyarakat untuk aktif memberikan pemahaman.

“Prinsipnya, perlu kepedulian dari seluruh masyarakat, terhadap lingkungan kita dan keluarga kita agar terhindar dari radikalisme,” kata Khoirul Ikhwan saat memberikan testimoni dalam rangka pencegahan paham radikal pada acara malam nisfu sya’ban di Masjid Darussholihim Dukuh Butan, Desa Krandegan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun,  Senin  (30/4/2018) malam.

Mantan jihadis kelompok Taliban Melayu ini juga menerangkan, bahwa yang menyebabkan teorisme itu, diawali dari pemikiran dan ajaran intoleran, serta ideologi yang mudah untuk menyalahkan pihak lain.

Dan tidak mau menerima perbedaan agama, atau tidak menerima seorang pemimpin yang berbeda agama.  “Misalnya, jika ada yang menyebut yasinan dan tahil adalah biat ah.”

Sedangkan tujuan radikalisme dan terorisme, biasanya untuk mengganti sistem. Sebab menurut mereka, sistem yaang ada yaitu Pancasila dan UUD 1945 adalah sistem kafir yang harus digantikan dengan Syariat Islam.

“Itulah awal dari intoleransi yang akan melahirkan radikalisme dan kemudian

mengarah ke terorisme,” ujar pemuda asal Sidomulyo, Wonoasri, Kabupaten Madiun yang kini jadi agen pencegahan paham radikalisme ini.

Diketahui, kegiatan ini diikuti ratusan jamaah dihadiri KH. Munirul Ihkwan Kiai Masjid Darussholihim, Kepala Desa Krandegan Suryadi, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

Sebelum acara testimoni dan dialog, masyarakat lebih dulu mendapatkan siraman rohani Nishfu Sya’ban yang disampaikan oleh KH. Munirul Ihkwan.

“Dalam malam Nishfu Sya’ban yang penuh keberkahan, umat muslim wajib melaksanakan sholat tahajjud dan memperbanyak doa, membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya dan memperbanyak membaca istighfar dan memohon agar diberikan kekuatan iman kita kepada Allah SWT,” ujar KH. Munirul.

Diakhir acara, KH. Munirul juga menekankan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil’alamin. Karena itu, masyarakat harus terus mewaspadai penyebaran paham radikal, karena apabila sudah terpengaruh sulit untuk kembali.

“Kita perlukan kewaspadaan, pendewasaan dan pendampingan. Dengan pengalaman masalah teroris disampaikan mas Khoirul Ikhwan, semoga bisa menjadi pengalaman dan hikmah untuk putra-putra kita,” tandasnya. (har)