Menelusuri Kampung Legenda Surabaya, Wisata Edukasi Bernuansa Tempo Dulu

oleh -170 Dilihat
oleh
Suasana malam di Kampung Legenda, Surabaya

Surabaya, petisi.co – Di tengah kesibukan kawasan Surabaya Barat yang dipenuhi gedung pencakar langit dan pemukiman padat, terdapat sebuah destinasi wisata unik yang menarik perhatian, yakni Kampung Legenda. Terletak di Lidah Kulon 3, RT 5, RW 2, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, kampung tematik ini menawarkan pengalaman wisata yang memadukan nuansa tempo dulu dengan sentuhan modern.

Kampung Legenda yang diresmikan pada Mei 2024 ini memiliki panjang sekitar 400 meter dan dihiasi oleh saung-saung tradisional dari sesek dan bambu. Berbagai kuliner khas, seperti wedang, ketan, hingga hidangan berat, tersedia bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana sambil berkeliling.

Di dalam kampung ini, terdapat hiasan 5 dimensi berbentuk Naga, Rusa, dan Merak yang mendukung narasi sejarah yang diusung. Beberapa cerita rakyat yang diangkat meliputi legenda Joko Berek atau Sawunggaling serta asal-usul Reog Ponorogo.

Selain menikmati suasana bersejarah, pengunjung juga dapat merasakan sensasi menjadi tokoh legenda dengan bantuan teknologi dan kostum yang bisa disewa. Untuk pembuatan video dengan kostum legenda, tarif yang dikenakan adalah Rp 20 ribu per orang atau Rp 50 ribu untuk satu kelompok. Berbagai spot foto menarik juga tersedia untuk mengabadikan momen dan berbagi di media sosial.

Ketua RT 5, RW 2, Lidah Kulon, Sugeng Heri Kuswanto, yang juga menjadi inisiator Kampung Legenda, menjelaskan bahwa tujuan utama pendirian kampung ini adalah untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi warga, terutama di bidang ekonomi dan edukasi sejarah.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang mandiri secara ekonomi dan berdaya dalam bidang budaya. Dengan memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda, mereka tidak hanya belajar, tetapi juga dapat memanfaatkannya untuk membuat konten kreatif,” ungkapnya.

Pasar UMKM yang hadir di Kampung Legenda juga menawarkan pengalaman unik dengan sistem transaksi menggunakan kepeng sebagai alat tukar. Pasar ini dibuka pada minggu pertama dan ketiga setiap bulan, sementara untuk aktivitas edukasi sejarah dapat dinikmati setiap hari.

“Kami masih menguji coba penggunaan kepeng dalam transaksi. Jika berjalan lancar, sistem ini akan diterapkan secara permanen,” tambah Sugeng.

Setiap akhir pekan, suasana kampung ini ramai oleh pengunjung yang menikmati kuliner dan hiburan live musik serta kesenian lokal. Kampung Legenda juga berencana untuk menambah berbagai atraksi baru, termasuk kolaborasi wisata dengan wilayah Lidah Wetan.

“Kami ingin menciptakan Surabaya Barat yang berbudaya, di mana setiap kelurahan memiliki daya tarik wisata masing-masing. Kampung Legenda akan terus berkembang, termasuk dengan proyek wisata air di Waduk Slamet yang tengah kami rencanakan bersama Pemkot Surabaya,” jelasnya.

Irvan Wahyudrajad, Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, menyatakan bahwa Kampung Legenda merupakan bagian dari inisiatif kampung tematik yang dikembangkan Pemkot Surabaya untuk memperkuat potensi lokal dan ekonomi kreatif. Saat ini, terdapat 44 kampung tematik di Surabaya yang mengedepankan keunggulan pariwisata dan ekologi.

“Pengembangan Kampung Legenda akan meliputi peningkatan infrastruktur, penguatan kisah sejarah, serta penambahan ornamen untuk memperkaya pengalaman wisata. Kami juga melibatkan sektor swasta guna mendukung pengembangan kampung ini,” kata Irvan. (dvd)

No More Posts Available.

No more pages to load.