Musda Demokrat Jatim Hanya Pilih Calon Ketua

oleh
Reno diapit Renanda (kanan) dan Samwil (kiri) saat memberikan keterangan pers.

SURABAYA, PETISI.CO – Dua kandidat Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak dan Bayu Airlangga harus memendam ambisinya untuk memimpin partai berlambang bintang bersinar tiga arah di Jatim.

Musyawarah Daerah (Musda) PD Jatim yang akan digelar di Surabaya, Kamis (20/1/2022), tidak memilih ketua. Namun mengusulkan Calon ke tim formatur. Tim formatur sendiri berasal dari DPP.

“Musda ini memang tidak memilih ketua. Namun mengusulkan calon ke tim formatur yang berasal dari DPP,” kata Ketua Steering Comittee (SC) Musda PD Jatim, Reno Zulkarnaen kepada wartawan di Surabaya, Senin (17/1/2022).

Diketahui, ada dua nama kuat yang bakal maju sebagai calon ketua di Musda Demokrat Jatim. Dua nama itu, Emil Elestianto Dardak dan Bayu Airlangga.

Emil Dardak yang masih menjabat Plt DPD PD Jatim disebut memiliki dukungan 12 DPC se-Jatim. Sementara Bayu yang menjabat plt sekretaris DPD PD Jatim disebut memiliki dukungan 30 DPC se-Jatim.

Reno membeberkan teknis Musda yang digelar di salah satu hotel berbintang di Surabaya. Salah satunya soal syarat dukungan yang harus dipenuhi oleh bakal calon ketua (bacalon).

“Bacalon harus mendapat dukungan setidaknya 20 persen dari jumlah DPC di provinsi tersebut. Di Jatim, syarat minimal dukungan Bacalon itu 8 dukungan DPC,” jelasnya.

Dalam musda nanti, ada total 40 hak suara yang diperebutkan. Terdiri dari 38 DPC PD Kabupaten/Kota di Jatim, satu suara dari DPP, dan satu suara dari DPD Demokrat Jatim.

Musda maksimal mengusulkan 3 nama calon, dan sedikitnya satu calon ke tim formatur dari DPP. Dalam hal in, ketua umum, sekretaris jendral, dan ketua BPOKK.

Setelah itu, tim formatur akan mengadakan fit and proper test kepada calon. “Ya nanti proses itu yang terakhir, bagaimana calon meyakinkan tim formatur, bagaimana visi misi membawa Demokrat ke depan,” paparnya.

Wasekjen DPP PD, Renanda Bachtar menambahkan, Musda di Jatim merupakan Musda ke-32. Sebelumnya, sudah ada 30 Musda yang digelar, dan mayoritas memenangkan calon yang didukung banyak DPC.

“Sebelum musda di Jatim, akan digelar Musda ke-31 di Jabar besok. Memang sekarang patokannya bukan jumlah suara dukungan DPC, karena mekanismenya berbeda dengan Musda sebelumnya,” ujarnya.

Dari 30 Musda itu, lanjutnya, 27 Musda di antaranya dimenangkan calon yang didukung banyak DPC. Namun, ada 3 Musda yang dimenangkan bukan calon dengan suara DPC terbanyak.

“Kalau dulu yang dihitung Musda itu suara, sekarang yang dihitung jumlah dukungan, CV calon, lalu rekam jejak, dan paling menentukan fit and propery test. Tidak main-main fit and propery test ini, sangat serius. Kita ingin lahir pemimpin Musda yang baik,” ungkapnya.

Renanda menyebut, verifikasi faktual dukungan calon akan dilakukan H-1 musda atau disebut pra-musda. “Nantinya, DPC yang memberi dukungan ganda, akan dicoret,” tandasnya.

Ketua Organizin Comittee (OC) Samwil memastikan, seluruh peserta musda wajib menerapkan protokol kesehatan. Seluruh peserta akan menjalani tes swab.

“Musda ini harus berjalan tertib, aman, dan lancar. Seluruh peserta wajib menerapkan prokes, dan menjalani tes swab. Hanya peserta dengan swab negatif boleh ikut,” tandasnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.