SURABAYA, PETISI.CO – Musim kemarau yang terjadi di Indonesia, mulai dirasakan beberapa daerah di Jawa Timur (Jatim). Sedikitnya 23 Kabupaten/Kota di Jatim mengalami kekeringan. Dua kabupaten diantaranya mengeluarkan status tanggap darurat, yaitu kab Blitar dan Jombang.
“Terhitung hingga 19 Juli 2024, ada 23 kab/kota mengeluarkan status darurat kekeringan. Dua kab Blitar dan Jombang mengeluarkan status tanggap darurat. Sisanya masih status siaga darurat,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Gatot Soebroto di Surabaya, Kamis (25/7).
Gatot merinci 21 kab/kota yang mengeluarkan status siaga darurat, yaitu kab Bangkalan, Lamongan, Bondowoso, Gresik, Banyuwangi, Lumajang, Situbondo, Pamekasan, Sampang, Bojonegoro, Ponorogo, Tulungagung, Pacitan, Malang, Mojokerto, Probolinggo, Trenggalek, Jember, Sumenep, Pasuruan dan Kota Batu.
Mengatasi hal tersebut, BPBD Jatim melakukan dropping air bersih. Beberapa wilayah yang sudah dilakukan dropping air bersih adalah Bondowoso dan Bojonegoro. Juga mendistribusikan bantuan 2.486 tandon, 2.888 jerigen dan 568 tandon lipat.
“Untuk mendukung kegiatan operasional baik dalam hal pendistribusi air bersih maupun antisipasi terhadap potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan, maka kami mensupport bantuan seperti lauk pauk dan makanan siap saji, serta makanan tambah gizi,” jelasnya.
Tak hanya itu, Gatot menyebut pihaknya juga mengeluarkan SK siaga darurat yang sudah ditandatangani Gubernur Jatim untuk mengantisipasi dalam menangani kekeringan. Serta surat imbauan terhadap bencana kekeringan kepada kabupaten/kota. Surat tersebut dari Pj Gubernur,” ungkapnya.
Gatot mengimbau agar masyarakat bisa memanage penggunaan air untuk wilayah dimana airnya semakin berkurang. “Kami juga butuh saran atau masukan dari masyarakat yang membutuhkan dropping air, bisa menghubungi BPBD setempat maupun BPBD Jatim,” tandasnya. (bm)







