Nenek Warga Bajang Ditemukan Mengapung di Sungai

oleh
kapolsek Balong AKP Sukamto pimpin langsung evakuasi korban hanyut.

PONOROGO, PETISI.CO – Warga wilayah Kecamatan Balong kembali digegerkan dengan hanyutnya Wiji (83), warga RT 02 RW 02 Dukuh Doplang Desa Bajang Kec. Balong Kab. Ponorogo.

Perempuan renta tersebut ditemukan mengapung di Sungai Bajang yang merupakan aliran Sungai Grenteng Ponorogo.

Diketahuinya Wiji yang jasadnya sudah mengapung di aliran Sungai Bajang tersebut pertama kali ditemukan Rabu (7/3/2018) sekitar pukul 10.00 wib oleh Zainal, menantu korban.

Jasad korban ditemukan menantunya itu setelah mencari dan menyusuri sungai sejauh 1,5 kilometer dari titik lokasi bekas terpelesetnya Wiji tersebut.

Musibah yang menimpa keluarga besar Wiji tersebut berawal ketika pada Rabu pagi, sekitar pukul 07.30 wib Painem dan Boyami yang keduanya tetangga korban, keduanya melihat korban membawa ember warna hitam berisi tinja suaminya dan hendak dibuang ke sungai.

“Pagi sekitar pukul 07.30 saya berdua melihat Mbah Wiji seperti biasanya bawa ember warna hitam yang berisi tinja nya Mbah Kakung ke sungai dan habis itu saya juga tidak memperhatikan apa dia kembali apa belum, karena juga sibuk,” kata Painem.

“Dan baru sekitar pukul 09.00 wib saya ditanya sama Mas Zainal apa melihat Mbah Wiji, baru itu saya sadar dan ingat kalau Mbah Wiji tadi pagi ke sungai yang hanya jaraknya 50 meter dari rumahnya,” ujarnya.

Setelah mendengar itu,  Zainal mencari di tepian sungai bersama Mbah Isni, dan ternyata Mbah Wiji ditemukan sudah hanyut sejauh 1,5 kilo meter.

Sementar Kapolres Ponorogo AKBP  Suryo Sudarmadi ketika dikonfirmasi melalui Kapolsek Balong AKP Sukamto, pihaknya membenarkan adanya kejadian korban hanyut dan sekarang sudah diketemukan.

Sebelum diserahkan ke pihak keluarga, kara Kapolsek dilakukan visum luar oleh Tim Medis Puskesmas Balong beserta Kepolisian.

“Diketemukannya korban yang hanyut di Sungai Bajang ini pertama kali diketemukan oleh anak menantunya sendiri dan titik penemuan korban berjarak 1,5 km dari titik dimana korban terpeleset, korban hanyut ketika hendak buang kotoran suaminya,” tegas Sukamto.

Masih menurut orang nomer 1 di Mapolsek Balong tersebut, pihaknya setelah dapat laporang langsung mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan medis.

“Dari hasil VER oleh medis Puskesmas Balong didepan petugas kami bahwa di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, korban murni meninggal karena kepleset ke sungai dan korban tidak bisa berenang, korban sempat hanyut sejauh 1,5 meter,” pungkas Kapolsek Balong  pada  petisi.co. (mal)

No More Posts Available.

No more pages to load.