PETISI.CO
Guru-guru juga mendapatkan hadiah dari Ning Ita.
PENDIDIKAN

Ning Ita Menjadi Guru Pengajar SD Secara Daring

MOJOKERTO, PETISI.COProgram Ning Ita Mengajar, kembali digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Mojokerto. Kali ini, puluhan pelajar sekolah dasar (SD) mendapatkan pendidikan secara daring dari Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Rabu (16/9) pagi.

Bertempat di Rumah Rakyat Hayam Wuruk 50, Magersari, Kota Mojokerto, puluhan pelajar tersebut mendapatkan materi Pendidikan Agam Islam melalui aplikasi Zoom. Dengan materi yang ringan dan santai, namun mengena, mereka yang masih duduk di bangku kelas empat SD ini nampak antusias.

Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh orang nomor satu di Pemerintah Kota Mojokerto ini, tidak hanya untuk pelajar SD negeri saja. Melainkan, pelajar SD swasta pun juga mendapatkan kesempatan yang sama.

“Program Ning Ita Mengajar ini, merupakan inovasi untuk memberikan stimulus kepada anak-anak kami di tengah kondisi pandemi Covid-19. Karena, di usia yang masih sekecil ini mereka harus dihadapkan dengan kondisi yang berbeda,” ungkap Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Maksud dari kondisi yang berbeda tersebut, lanjut Ning Ita adalah tidak adanya pembelajaran klasikal atau tatap muka di sekolah, semua aktivitas pembelajaran dialihkan secara daring dari rumah masing-masing serta tidak bisa bertemu dan bermain bersama teman di sekolah. Hal inilah, yang secara tidak langsung berdampak pada psikologis pelajar saat ini.

“Hampir lima bulan para pelajar ini tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah. Tentu situasi ini, membawa dampak psikologi bagi mereka. Nah, agar mereka tetap semangat belajar kami memberikan motivasi melalui program Ning Ita Mengajar untuk mengatasi kejenuhan selama PJJ (pembelajaran jarak jauh),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid menambahkan program Ning Ita Mengajar, sebelumnya telah dilaksanakan untuk pelajar sekolah menengah pertama (SMP) pada tanggal 8 Sepetember. Saat itu, antusias para pelajar SMP tak kalah dengan pelajar SD yang pada hari ini juga mendapatkan kesempatan diajarkan oleh Ning Ita.

“Alhamdulillah, semangatnya anak-anak kami setelah diajarkan oleh wali kota langsung meningkat. Apalagi, hari ini giliran siswa SD yang distimulus dengan materi Pendidikan Agama Islam langsung dari Ning Ita. Semua pertanyaan dijawab dengan sangat baik oleh mereka, ini luar biasa,” terangnya.

Dalam program Ning Ita Mengajar, Dinas Pendidikan telah menyiapkan gadget untuk pelajar yang mampu menjawab pertanyaan dari Ning Ita. Ada dua gadget yang disiapkan untuk dua orang pelajar yang beruntung.

“Tidak hanya pelajar yang mendapatkan hadiah, namun guru-guru juga mendapatkan hadiah dari Ning Ita, berupa Alquran yang dalat dimanfaatkan untuk pembelajaran Agama Islam di sekolah. Alquran tersebut, tidak hanya untuk guru sekolah negeri tapi juga diberikan kepada guru-guru diseluruh Kota Mojokerto,” katanya.

Sementara itu, suasana tenang saat Wali Kota Ning Ita memberikan hadiah gadget kepada salah seorang pelajar SDN Balongsari 5, tiba-tiba berubah menjadi riuh karena sikap polos bocah tersebut. Di tengah-tengah Ning Ita memberikan pertanyaan akan dipergunakan seperti apa gadget tersebut, pelajar yang bernama Achmad Farhan Putranda pun menjawab bahwa gadget tersebut akan digunakan untuk belajar.

Namun, saat dipertegas lagi fungsi dari gadget itu oleh wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini, bocah SD tersebut menjawab polos yang mengundang gelak tawa para kepala sekolah dan guru-guru yang hadir di Rumah Rakyat. “Ya, kalau tidak ada kegiatan (pembelajaran jarak jauh) mau dibuat main (main bareng/mabar),” ungkap Farhan kepada Ning Ita.

Hal serupa juga dirasakan oleh Nayla Salsabila pelajar SDN Kranggan 2. Bocah kelas empat ini, berhasil menjawab pertanyaan dari Wali Kota Ning Ita tentang sikap jujur saat mengerjakan tugas dari rumah tanpa dibantu oleh orangtua. Ia pun berhak mendapatkan hadiah berupa gadget dari Ning Ita. (nang)

terkait

Ketergantungan Satu Jenis Bahan Pangan Membuat Keadaan Pangan Akan Selalu Rawan

redaksi

LLDIKTI Mengaku Pusing Jika Pemilihan Rektor Bermasalah

redaksi

Mahasiswa ITN Malang Diajari ”Melek“ Narkoba

redaksi
Open

Close