Probolinggo, petisi.co – Wali Kota Probolinggo, Aminuddin melaksanakan peninjauan ke aset-aset milik Pemkot. Kali ini peninjauan dilaksanakan di aset milik Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) setempat.
Dari 14 titik lokasi menjadi tujuan di antaranya Tempat Pelelangan Ikan, Pabrik Es, Pasar Ikan, Rumah Pengemasan dan Pengasapan Ikan, Tambak Ikan Mayangan, RPH Babi, RPH Jagalan, Laboratorium keskan, Unit Pengolahan Ikan, Kios Buah, RPH Unggas, Demplot pertanian organik, Pasar hewan Wonoasih, dan terakhir Kebun Wisata Studi Pertanian yang terletak di Kantor DKPPP.
Wali Kota Probolinggo mengatakan bahwa beberapa aset yang telah ditinjau dapat dimaksimalkan pemanfaatannya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) meskipun ada beberapa hal yang harus diperbaiki.
Tadi kita sudah meninjau potensi-potensi yang bisa dikembangkan ke depan untuk peningkatan PAD cuma mungkin ini beberapa person-nya ini masih kurang, kemudian bentuk kerjasama antar pihak pertama dalam hal appraisal ini masih belum masih terhambat.
“Mungkin nanti kita aktifkan lagi ke depan sehingga aset-aset kita ini nggak macet gitu, perlu ada akselerasi dan perubahan setiap potensi untuk aset itu. Harus bisa kita manfaatkan ya, baik dimanfaatkan sendiri maupun dengan pihak lainnya,” kata Wali Kota Aminuddin.
Sementara Kepala DKPPP, Aries Santoso mengungkapkan bahwa agenda hari ini untuk mengetahui aset-aset yang dikelola oleh DKPPP Kota Probolinggo. Banyak masukan-masukan dan arahan dari Bapak Wali Kota Probolinggo terkait potensi yang bisa dimaksimalkan di masing-masing lokasi tersebut.
“Seperti tadi contohnya ya di tambak dinas untuk dikelola sebagai tempat pemancingan jadi bukan hanya budidaya ikan saja, namun sebagai tempat pemancingan,” ujarnya.
Aries menambahkan masukan wali kota juga terkait dengan label stiker halal ketika mengunjungi rumah potong hewan unggas yang terletak di Kelurahan Sumber Taman. Yang menarik ialah potensi peningkatan di RPHU penerima manfaat dari para peternak yang menggunakan jasa di RPHU akan diberikan stiker halal karena SOP-nya sudah jelas, aman, halal, sehat, utuh jadi bisa memotivasi untuk peternak lain menggunakan jasa potong di RPHU.
Rencana tindak lanjut terhadap masukan pengoptimalan potensi tersebut akan segera kami bahas bersama kepala bidang dan kepala unit pelaksana teknis (UPT). “Kami akan bahas lebih lanjut bagaimana solusi dan analisa dari sisi SDM, anggaran dan potensi pengembangannya untuk dibuat rencana tindak lanjutnya,” tuturnya. (reb)







