Pakusari Jember Targetkan 2017 Bebas Penyakit TBC

oleh
Kegiatan pemeriksaan gratis.

JEMBER, PETISI.CO – Penularan penyakit tuberculosis  (TBC) bisa melalui udara dari batuk penderita penyakit, dimana bakteri menular dari udara mulut penderita TBC, sehingga dokter menyarankan agar beretika dalam batuk dan tidak membuang dahak sembarangan.

Perihal ini disampaikan salah satu dokter yang bertugas melayani periksa TBC secara gratis, bekerjasama dengan RS Paru-Paru Jember, yang diadakan di Pendopo Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember, Rabu (26/04/2017).

Dimana penyelenggaraan periksa gratis terdiri dari dokter, perawat, analis, SKM dan radiologi, sebanyak 49 warga dari berbagai desa se-Kecamatan Pakusari mengikuti pemeriksaan TBC gratis.

Berdasarkan hasil informasi di lokasi, yang mana sebelumnya pernah ditemukan anak masih sekolah dasar ditemukan menderita penyakit TBC Kelenjar oleh petugas. Setelah ditangani sekarang sudah kembali sehat.

Pihak Pemerintah Kecamatan Pakusari sendiri bersama Tim Relawan dan Petugas Medis menargetkan untuk tahun 2017, Kecamatan Pakusari bebas dari penyakit TBC.

Hal senada disampaikan dr. Afi Adi Kirana dokter dari RS. Paru-Paru Jember, bahwa faktor yang bisa terjaring oleh penyakit TBC yakni dengan melalui udara (Droplet) batuk bakteri.

“Saya menghimbau untuk masyarakat agar beretika dalam batuk, misalnya saat batuk menutup mulut dengan lipatan siku, apabila dengan tangan takutnya nanti salaman sama orang bisa menular,” ungkapnya.

Lanjut Afi, pola makanan juga dijaga dengan makan yang seimbang, tidak boleh lebih atau kurang, serta tidak membuang dahak sembarangan.

“Membuang dahak tidak boleh sembarangan, harus di kloset atau tempat yang sudah dikasih detergent,” jelas dokter muda.

Sementara itu,  Drs. Moh.Suryadi, M.Si Camat Pakusari mengatakan, warga yang mengikuti periksa gratis TBC sebanyak 49 orang dari 7 desa se-Kecamatan Pakusari.

“Saya bersama tim relawan kesehatan menargetkan untuk tahun 2017 ini agar bebas dari penyakit TBC,” ujar Suryadi.(yud)