Pangdam: Kepala Daerah di Surabaya Raya Harus Serius Tangani Covid-19

oleh -69 Dilihat
oleh
Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah (kiri) memberikan arahan dalam rapat koordinasi PSBB di Grahadi.
-->

SURABAYA, PETISI.CO – Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah mengatakan kepala daerah yang ada di kawasan Surabaya Raya lebih serius dalam menangani wabah virus Corona (Covid-19). Sebab, angka penambahan pasien positif terus meningkat di tengah banyaknya kesiapan yang ada.

Ketiga kepala daerah itu, Wali Kota Surabaya, Bupati Sidoarjo, dan Bupati Gresik. “Saya melihat sampai saat ini kurang ada keseriusan para kepala daerah. Menangani Covid-19, harus lebih bersungguh-sungguh,” katanya ketika memberi arahan dalam rapat koordinasi PSBB di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (8/6/2020).

Menurutnya, dalam menyelesaikan masalah Covid-19 ini jangan cuma memakai data, fakta atau drama sebagainyalah. Harus real semuanya. “Selama ini upaya yang dilakukan TNI dan Polri dalam penanganan Covid-19 seperti biasa saja, karena tampak seperti tidak ada keseriusan dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, tidak adanya aturan tegas dari Perwali atau Perbup yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19. Sehingga, ketika terjadi pelanggaran hanya diperingatkan biasa dan kesalahan yang sama akan diulang kembali oleh masyarakat.

Tak hanya itu, penerapan kampung tangguh juga dinilai masih kurang masif dilakukan oleh pemerintah daerah. Padahal, ha itu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tangguh menghadapi virus. Seperti di RW 8, salah satu kampung di Gresik yang masih menjadi zona hijau, adahal dikelilingi oleh kampung yang sudah zona merah.

“Apa yang dimiliki TNI-Polri kita berikan semuanya. Maka, berilah aturan Perwali dan Perbup dengan tegas dan kami siap mengawal. Masyarakat susah didisiplinkan. Padahal, sangat sederhana untuk mengurangi Covid-19, gak usah lain-lain,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, Panglima TNI telah memberikan arahan khusus untuk membantu daerah dalam rangka operasi pendisiplinan di tempat-tempat keramaian dari tanggal 1-14 Juni 2020. Maka, ini perlu ada dukungan pula dari pemerintah untuk sama-sama memerangi Covid -19.

“Kerjasama yang baik akan sangat baik bagi percepatan penanganan Covid-19. Sebab, per hari ini saja ada tambahan sebanyak 365 kasus baru di Jatim atau tertinggi secara nasional,” jelasnya.

Di sisi lain, Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran meminta hal yang sama kepada pemerintah daerah. Dalam memerangi Covid-19, dibutuhkan kerjasama semua pihak agar tidak semakin masif menyebar. “Kita hilangkan ego, kita hilangkan kepentingan sektoral, kita ikhlas sehingga masyarakat kita bebas dari Covid-19,” tuturnya.

Menurutnya, TNI dan Polri telah memberikan perhatian penuh kepada Jatim untuk segera mengatasi masalah Covid-19. Seperti dukungan tenaga kesehatan dan perlengkapan kesehatan dari TNI dan Polri. Kemudian dukungan anggaran maupun bentuk fisik untuk mendukung keberadaan kampung tangguh.

“Saya harap reaksi cepat agar dari hulu bisa kita perbaiki. Bila perlu apa yang disampaikan panglima perlu komitmen dan pernyataan intergritas bersama,” tandasnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.