Pastikan Stok Aman, Wali Kota Probolinggo Monev Bapokting dan SPBU

oleh -20 Dilihat
oleh
Monev dibagi menjadi dua tim yang masing-masing dipimpin Wali Kota Probolinggo, Aminuddin bersama Wawali Ina Dwi Lestari

Probolinggo, petisi.coMenjelang Hari Raya IdulFitri 1447 H / 2026 M Pemerintah Kota Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi bahan pokok dan barang penting (Bapokting). Monev dibagi menjadi dua tim yang masing-masing dipimpin Wali Kota Probolinggo, Aminuddin bersama Wawali Ina Dwi Lestari.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi lonjakan harga dan menjaga stabilitas inflasi, khususnya menjelang momen lebaran yang identik dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Monev diikuti oleh Tim Pengendali Inflasi daerah.

Wali Kota Aminuddin mengatakan monev ini menindaklanjuti upaya pengendalian inflasi yang sudah kita lakukan sebelumnya. Kita tidak ingin inflasi semakin tinggi menjelang Lebaran apalagi Jawa Timur termasuk daerah dengan tingkat inflasi yang cukup tinggi. “Karena itu kita pastikan dulu dari sisi pasokan,” kata Aminuddin.

Dari hasil pemantauan di Pasar Baru, Wali Kota Aminuddin memastikan stok bahan pangan masih dalam kondisi aman. Namun demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai.

“Alhamdulillah stok tidak ada masalah, tapi memang ada beberapa komoditas yang mempengaruhi inflasi seperti cabai yang naik sekitar Rp2.000 dibandingkan minggu lalu,” ujarnya.

Wali kota juga meninjau ketersediaan BBM di SPBU Kasbah untuk mengantisipasi dampak situasi geopolitik global terhadap pasokan energi. Kita juga memantau karena ada perubahan geopolitik di Timur Tengah. Kita ingin memastikan stok BBM tetap aman dari pantauan tadi tidak ada antrean dan stok masih cukup.

Harga BBM jenis Pertamax mengalami kenaikan dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter meski demikian stok BBM bersubsidi tetap aman dan tidak mengalami gangguan. “Kita ingin memastikan tidak ada kepanikan masyarakat yang kemudian berbondong-bondong membeli bahan bakar atau bahan pokok,” ungkapnya.

Sementara di lokasi berbeda Wawali Ina Dwi Lestari menyasar ke distributor ayam potong di Kota Probolinggo UD. Probo Sakti. Saat monev wawali berdialog langsung dengan pemilik distributor Edi Santoso terkait kondisi pasokan dan harga ayam di tingkat distributor.

Dari hasil pemantauan diketahui bahwa harga ayam broiler mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena pasokan ayam yang tersedia saat ini relatif terbatas sementara permintaan dari masyarakat terus meningkat menjelang Lebaran.

Untuk diketahui Pemkot Probolinggo juga menyediakan fasilitas Warung Kopi Siaga, program ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk membeli sejumlah produk pangan dengan harga yang lebih terkendali. Namun demikian jumlah komoditas yang tersedia stoknya masih terbatas karena sebagian besar pasokan yang dijual berasal dari hasil produksi petani lokal. (reb)

No More Posts Available.

No more pages to load.