PBJ Pemprov Jatim Akan Beri Award OPD Yang Nilai Transaksi Belanja Online Tertinggi

oleh -119 Dilihat
oleh
Kepala Biro PBJ Pemprov Jatim, Endy Alim Abdi Nusa

SURABAYA, PETISI.CO – Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdaprov Jawa Timur (Jatim) akan memberikan award atau penghargaan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai memiliki transaksi belanja online tertinggi di Jatim.

Penghargaan tersebut, akan diberikan dalam forum E-Purchasing Award 2024, September mendatang. Selain OPD, nantinya penghargaan serupa juga diberikan kepada penyedia dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang nilai transaksinya tertinggi pada 2023.

“Ini penghargaan rutin tiap tahun kepada OPD yang transaksinya tertinggi secara online. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas transaksi belanja tertinggi,” kata Kepala Biro PBJ Pemprov Jatim, Endy Alim Abdi Nusa di Surabaya, Rabu (31/7).

Selain hal itu, menurutnya, penghargaan tersebut diberikan sebagai upaya Pemprov Jatim yang ingin mempertahankan nilai transaksi tertinggi di Indonesia. Sebab, tahun lalu nilai transaksi pemprov Jatim secara nasional sudah tinggi. “Jadi, sebenarnya itu salah satu upaya untuk menjaga ritme itu,” ujarnya.

Untuk meraih penghargaan, lanjutnya, akan dilakukan penilaian cukup ketat. OPD maupun pemkab/kota yang bertransaksi baik, dinilai dari nilai transaksi maupun volumenya. “Jadi, nanti di rangking se Jatim, OPD nya dari mana saja dan kab/kota mana saja,” tegasnya.

Kedua, Endy menyebut dinilai tertib administrasinya. Meski nilai transaksinya tinggi, tapi ada yang dinilai kecil. Ternyata ada beberapa hal yang belum dilakukan OPD, yaitu penilaian penyedia. Nah, penilaian penyedia di manual sebelum E-Purchasing tidak ada di transaksi. Sekarang ada penilaiannya.

“Sama dengan nilai di transaksi online itu ada bintangnya. Jadi, kalau belum melakukan itu, maka dinilai transaksi belum selesai. Saya perlu mengingatkan kembali ke teman-teman OPD supaya setelah melakukan transaksi maka harus melakukan penilaian penyedia,” jelasnya.

Jumlah OPD yang menerima award nanti, Endy menyebut ada 6-9 OPD, ditambah penyedia dan pemerintah kab/kota. Tergantung masing-masing transaksinya. Ada yang belanja dengan market place dan Anda pula melalui E-Katalog. “Calon-calon pemenangnya masih dalam penilaian,” tandasnya.

Penghargaan ini, tambahnya, akan menjadi motifasi bagi OPD untuk belanja melalui online. Dengan belanja melalui online, maka akan terlihat transparan. “Saya bisa memonitor bagaimana produk dalam negeri yang dibelanjakan oleh pemerintah daerah. Begitu juga OPD belanja UMKM akan terpantau dari aplikasi itu,” ucapnya.

Endy berani memastikan OPD yang menerima penghargaan tahun sebelumnya belum tentu akan mendapatkan penghargaan lagi. Sebab, perangkat daerah yang lain pasti berlomba-lomba untuk memperbanyak transaksinya melalui online.

Kedua, pasti ada OPD-OPD baru yang berusaha tidak mau kalah. “Seingat saya tahun lalu yang menerima penghargaan, karena nilai transaksinya tinggi, ada dari Dinas Kehutanan dan Rumah Sakit. Teman-teman rumah sakit sekarang banyak yang belanja online,” ungkapnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.