PDRB Surabaya Tembus Rp830 Triliun pada 2025

oleh
oleh
Dokumentasi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat berbelanja di SKG

Surabaya, petisi.co – Perekonomian Kota Surabaya sepanjang tahun 2025 menunjukkan kinerja yang tetap kuat dan stabil. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya pada 27 Februari 2026, pertumbuhan ekonomi kota tercatat mencapai 5,87 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 5,76 persen.

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Surabaya pada 2025 tercatat mencapai Rp830,54 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp513,94 triliun atas dasar harga konstan (ADHK). Capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi kota tetap tumbuh positif di tengah dinamika perekonomian nasional serta ketidakpastian global.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi kota yang ditopang berbagai sektor usaha serta partisipasi aktif masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian.

“Pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Kota Surabaya cukup kuat. Ke depan, Pemkot Surabaya akan terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan destinasi wisata perkotaan,” ujar Eri, Kamis (12/3/2026).

Dari sisi struktur ekonomi, aktivitas perekonomian Surabaya masih didominasi sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan kontribusi 26,97 persen. Disusul Industri Pengolahan sebesar 19,59 persen, serta sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 16,71 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama perekonomian dengan kontribusi 59,97 persen. Adapun Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menyumbang 27,25 persen, yang menunjukkan meningkatnya peran investasi dalam mendorong aktivitas ekonomi kota.

Terpisah, Kepala Bappeda Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan Pemkot Surabaya akan terus memperkuat berbagai program pembangunan ekonomi guna menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyusun database pelaku ekonomi kreatif Surabaya sebagai dasar pengembangan kebijakan, fasilitasi program, serta penguatan jejaring usaha bagi para pelaku ekonomi kreatif.

“Salah satu langkah yang kami lakukan adalah menyusun database pelaku ekonomi kreatif Kota Surabaya sebagai dasar pengembangan kebijakan dan penguatan jejaring usaha,” kata Irvan.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga mendorong pemberdayaan generasi muda melalui program dukungan kegiatan pemuda sebesar Rp5 juta per RW. Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi anak muda untuk mengembangkan kegiatan kreatif, kewirausahaan, serta aktivitas produktif di lingkungan kampung.

Di sektor pariwisata, Pemkot Surabaya turut memperkuat pengembangan wisata perkotaan melalui penataan kawasan strategis, termasuk pengembangan kawasan eks Taman Hiburan Rakyat Surabaya (THR) sebagai ruang ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan aktivitas seni, budaya, dan kuliner masyarakat.

Selain itu, pengembangan kampung tematik, urban tourism, serta program Kampung Pancasila juga terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Menurut Irvan, berbagai program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan potensi sejarah, budaya, nilai kebangsaan, serta kreativitas masyarakat sehingga kawasan kampung tidak hanya menjadi ruang sosial, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata sekaligus pusat aktivitas ekonomi lokal.

Pemkot Surabaya optimistis melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, pertumbuhan ekonomi kota dapat terus terjaga secara inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui berbagai langkah tersebut, kami berharap ekosistem ekonomi kota semakin berkembang, membuka peluang usaha baru, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Surabaya,” pungkasnya. (dvd)