Pelaksana Proyek Saluran Manukan Tama Diduga Hanya Pinjam Bendera

oleh
Proyek saluran air di Manukan Tama.

SURABAYA, PETISI.CO – Proyek saluran U-getter di Jl, Manukan Krajan,  yang sempat menelan korban pasangan suami istri (pasutri)  yang terperosok, akibat keteledoran pelaksana proyek,  Senin (7/5/2018) tidak ada tanda-tanda pengerjaan.

Seperti siketauhi, proyek U-getter di Jl Manukan Krajan yang dimenangkan oleh Rutiyah,  Bos CV Karya Indonesia dengan nilai penawar an Rp 793 juta lebih dengan Pagu Rp 1 miliyar, disinyalir banyak masalah.

Menurut  warga Manukan Dono Dedik Taurus,  hari ini para pekerja proyek tidak nampak seperti biasanya. ”Hari ini tidak ada perkerjaan saluran U-getter di jalan Manukan Krajan,” katanya, Senin (7/5/2018).

Menurutnya,  sejak Minggu siang (6/5/2018) alat berat seperti bego atau alat pengeruk tanah sudah tidak ada di tempat. Dia menyesalkan, tidak adanya tanggungjawab dari pihak proyek atas msuibah yang dialami pasutri lansia beberapa hari lalu.

“Korban saat itu sempat tidak sadarkan diri, akibat proyek yang amburadul dan sisa lumpur tercecer di jalanan dibiarkan berserakan,” ujarnya.

Sementara,  sumber lain yaitu Afriza mengatakan,   bos proyek saluran itu tergolong nakal.  Alasannya, pelaksana proyek hanya pinjam bendera milik orang lain.

Sayangnya, saat informasi tersebut dikonfirmasi melalui WA ke kontraktor,  enggan memberi jawaban.(irul)