Pelaku UKM Kota Batu Ikuti Edukasi Atasi Kebuntuan Pemasaran

oleh
oleh
Kasi Pemberdayaan Usaha Mikro Menengah, Yussi Hendrawan Saraswanto, bersama BPJS Kesehatan dan para konsultan

BATU, PETISI.CO Sebanyak 50 peserta UKM (Usaha Kecil Menengah), mengikuti edukasi di Gedung PLUT KUMKM (Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), yang berada di Jl.Abdul Gani atas, Kelurahan Ngaglik, Kec.Batu, Kota Batu, Kamis (8/9/2022).

Kegiatan ini digawangi NGO (Non Gaverment Organization) YUA (Yayasan Ujung Aspal) Jawa Timur, Diskumdag (Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan), Pemerintah Kota Batu, yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Kasi Pemberdayaan  (Usaha Mikro Menengah), Yussi Hendrawan Saraswanto saat dikonfirmasi mengatakan, dengan terselenggaranya pelatihan ini tentunya atas permintaan dari masyarakat. Mereka adalah para pelaku usaha, yang saat ini mengalami kebuntuan pada saat pemasaran.

“Saat ini persaingan pelaku usaha semakin ketat, sehingga Kota Wisata Batu, menjadi jujugan wisatawan sehingga masyarakat harus bisa menerobos semua aspek di era milenial,” tuturnya.

Kendati demikian, pelatihan tersebut Diskumdag bersama NGO YUA Jatim dan BPJS Ketenagakerjaan bersama sama mengajak para pelaku usaha untuk jalan bareng.

Artinya, ketika terjadi insiden atau kecelakaan kerja bagi para pelaku usaha supaya mereka mendapatkan perlindungan.

Sebagai pelaku usaha, ketika mengalami kecelakaan maka BPJS ketenaga kerjaan langsung mengcover. Semisal, terjadi musibah sampai meninggal dunia ahli waris akan mendapatkan santunan kurang lebih Rp 42 juta.

“Bila mengalami operasi juga mendapatkan santunan, ketika pelaku usaha mengalami sakit masuk rumah sakit selama mereka tidak bekerja maka BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan selama mereka tidak bekerja, dan ada juga tunjangan untuk hari tua bagi pelaku usaha maksimal usia 56 tahun,” bebernya.

Yossi juga berharap, semoga dengan terlaksananya kegiatan ini dapat menghilangkan kegalauan para pelaku usaha khususnya bagi masyarakat Kota Batu.

“Bagi mereka yang mengalami kesulitan di perijinan, juga kwalitas produk maka kedepannya PLUT akan membantu masyarakat tidak dipungut biaya atau gratis. Sehingga nantinya PLUT di Kota Batu lebih dikenal masyarakat, dan gedungnya juga bermanfaat bagi masyarakat kota Batu,” tandasnya.

Watu yang sama, konsultan pelaku usaha dari Kota Batu, Riyanto juga mengatakan, setelah diriset ternyata masyarakat sendiri masih banyak mengalami problem dan kendala di perijinannya, mereka masih banyak yang belum mempunyai izin usaha.

Semisal mereka saat dihadapkan dengan masalah izin usahanya, masih banyak yang belum mengantongi izin. Artinya, di sinilah mereka harus kita rubah pola pikirnya, supaya usaha mereka tidak ilegal.

“Namun kebanyakan dari mereka itu sendiri, merasa takut untuk mengurusi izin usahanya karena takut bayar. Dan untuk mendapatkan izin usaha tersebut, terlalu ribet,” tegasnya, saat menyampaikan dihadapan para pelaku usaha tersebut.

Lanjut Riyanto, keluhan dari para pelaku usaha tersebut. Dan belum lagi, bagi mereka yang ingin mengurusi izin PRT-nya takut pada saat di survei dengan kondisi tempat produksi usaha mereka masih belum layak.

Sedangkan Ketua NGO YUA Jatim, Alex Yudawan juga berpendapat, namun melalui pelatihan UKM ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dengan meningkatkan keterampilan dalam proses produksi maupun manajerial.

“Melalui pelatihan bisnis, terutama dapat meningkatan keterampilan bagi para pelaku UKM. Mereka diajarkan untuk meningkatkan produktivitas, produksi sehingga didapatkan hasil yang optimal,” pungkasnya. (eka)