Petisi
Mas Purnomo Hadi, Kepala Dinkop dan UKM Prov. Jatim memberikan paparan
PENDIDIKAN

Pelaku UMKM Harus Bisa Memanfaatkan Media Digital

SURABAYA, PETISI.CO – Pesatnya pertumbuhan e-commerce membuka peluang dan tantangan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pemerintah meyakini bahwa UMKM akan menjadi salah satu sektor yang penting di era perdagangan bebas.

Menyikapi fenomena tersebut, Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Dinkop dan UKM) Provinsi Jawa Timur, Indonesian Council for Small Business (ICSB) capter Surabaya dan PT. Telkom menggelar workshop dengan mengangkat tema “Kupas Tuntas UMKM Go Eksport”, Senin (24/06).

Bertempat di Balairung Telkom Regional V Surabaya, kegiatan ini dibuka langsung Mas Purnomo Hadi, Kepala Dinkop dan UKM Prov. Jatim.

“Kami akan mendukung UMKM untuk bersinergi dengan marketplace yang ada, dan kami sudah menyiapkan tahapannya. Diantaranya mendorong pelaku UMKM offline menjadi online, pendampingan kepada para UMKM yang sudah Go Online untuk meningkatkan transaksi online, membantu pelaku UMKM untuk meningkatkan skala bisnisnya, hingga Go International atau gerakan mendorong pelaku UMKM meningkatkan jangkauan pasar menjadi internasional,” tutur Purnomo.

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 150 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen hingga pelaku UMKM di seluruh Jatim ini mendatangkan Samsul Hadi, Founder Layanan UKM Naik Kelas (LUNAS) dan Fernanda Reza Muhammad, Tenaga Ahli Free Trade Agreement (FTA) Center Surabaya serta Anna, instruktur program blanja.com sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Fernanda Reza Muhammad mengatakan UMKM di Jatim didorong ke arah ekonomi berbasis digital agar dapat memanfaat peluang yang sangat besar di pasar ekspor.

“Jadilah eksportir milenial, bukan eksportir tradisional. Artinya apa? Pelaku UMKM harus bisa memanfaatkan media digital,” ujarnya.

Senada dengan Fernanda Reza Muhammad, Samsul Hadi mengungkapkan era digital memberi kemudahan dalam meningkatkan level penjualan perlu memanfaatkan beberapa layanan pendampingan yang tersedia di aplikasi tersebut adalah layanan bidang kelembagaan, SDM, produksi, pembiayaan, dan pemasaran. Juga tersedia layanan pendampingan bidang keahlian konsultasi, pelatihan, coaching, dan mentoring.

“Melalui HP masing-masing, UMKM di seluruh penjuru tanah air bisa dengan gampang menemukan pendamping UMKM yang sesuai dengan kebutuhannya dan melakukan konsultasi langsung secara online,” ujarnya.

Sementara itu, selain memberikan petunjtuk teknis dalam melakukan pemasaran melalui marketplace yang tersedia di blanja.com, Anna mengatakan peluang produk yang dihasilkan UMKM di pasar ekspor sangat besar. Namun sayang, peluang itu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Kalau pola pemasaran mereka masih tradisional, susah dong bisa menembus pasar yang sudah berbasis teknologi digital,” pungkasnya. (cah/wld)

terkait