Pemilik RHU Mangkir, Hearing DPRD Surabaya Ditunda

oleh
oleh
Hearing RHU di komisi B DPRD kota Surabaya

Surabaya, petisi.co – Komisi B DPRD Surabaya menggelar rapat dengar pendapat (hearing) terkait insiden kecelakaan maut yang melibatkan pengemudi dalam pengaruh alkohol, di gedung Dewan Surabaya, pada Senin (11/11/2024).

Rapat tersebut mengundang berbagai pihak, termasuk pemilik tempat hiburan AMBYAR dan PARADISE, Himpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum (Hiperhu) Kota Surabaya, dan beberapa OPD terkait dari Pemkot Surabaya. Namun, rapat tersebut tidak dapat dilanjutkan karena pemilik/perwakilan dari dua RHU terkait tidak hadir atau mangkir.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Farid Aviv, menegaskan bahwa pihaknya akan meminta Pemkot Surabaya untuk bertindak tegas jika kedua RHU tersebut kembali tidak hadir dalam rapat dengar pendapat yang digelar Komisi B DPRD Surabaya.

“Kalau tidak hadir lagi, maka kami meminta kepada Pemkot untuk melakukan penyegelan tempat tersebut, sampai pemiliknya mau hadir di dewan,” tegas Farid.

Farid juga menyebutkan bahwa hearing akan diagendakan ulang pada Senin depan, yang akan melibatkan Dinas Pariwisata Jatim dan DLH Jatim, terkait perizinan RHU.

Sementara itu, George Handiwiyanto, Ketua Hiperhu Kota Surabaya, mendorong agar semua pihak, termasuk eksekutif, legislatif, dan aparat keamanan (Satpol PP dan Kepolisian),  bersama-sama membuat kesepakatan di tingkat kebijakan untuk mengatur RHU dengan lebih baik.

Ia meminta agar semua pihak tidak lagi menganggap bahwa RHU adalah tempat yang rusak dan tidak bisa diatur dan menekankan bahwa RHU merupakan tempat usaha yang mengurus izin, membayar pajak, dan memberikan lapangan pekerjaan.

George berharap pengusaha RHU bisa berjalan seiring dengan semua pihak terkait. Ia meminta agar solusi tidak hanya dilakukan setelah kejadian, tetapi juga melalui upaya preventif yang melibatkan semua pihak.

“Jangan hanya sebatas izin dikeluarkan, tetapi juga berkesinambungan. Jadi bagaimana masyarakatnya senang, yang kerja juga senang, yang datang juga merasa aman, demikian juga dengan masyarakat di luar sehingga tidak terjadi kecelakaan,” jelasnya.

George juga mengapresiasi pengusaha RHU yang dengan serta merta memberikan santunan kepada keluarga korban. Ia melihat bahwa kejadian ini merupakan masalah serius yang menyangkut nyawa.

“Ini soal nyawa. Maka saya salut dengan mereka,” pungkasnya.

Rapat dengar pendapat yang tertunda ini menunjukkan keseriusan DPRD Surabaya dalam mencari solusi untuk mencegah kejadian serupa.

Ketidakhadiran pemilik RHU yang menjadi fokus pembahasan menunjukkan perlunya tindakan tegas dan komitmen dari semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib di tempat hiburan. (joe)