Pemkab Jember Memberikan 2600 Masjid Dana Operasional Kebersihan

oleh -189 Dilihat
oleh
Bupati Jember saat memberikan bantuan

JEMBER, PETISI.CO – COVID-19 (corona virus disease 2019). Kunjungan para jamaah ke masjid-masjid, diperkirakan bakal meningkat pada bulan Ramadan.

Mengantisipasi agar tidak terjadi penularan virus COVID-19 (corona virus disease 2019) akibat peningkatan kunjungan pada bulan Ramadan, kebersihan masjid adalah faktor utama yang harus dijaga.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur memberikan cairan pembersih lantai untuk masjid di Kabupaten Jember. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Jember memberikan dana operasional bagi takmir yang melaksanakan pembersihan masjid untuk mencegah penularan virus corona.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., pada kesempatan penyerahan bantuan cairan pembersih lantai di Sekretariat Baznas Jember, Kamis, 23/4/2020, menegaskan, Untuk takmir masjid, marbot, dan pengurus yang setia menjaga kebersihan masjid di bulan ramadan, sudah disiapkan anggaran operasional.

Dana tersebut akan diberikan atas nama masjid, yang digunakan untuk menjaga kebersihan masjid.

“Sebanyak 2600 Masjid yang telah terdata  mendapatkan bantuan dana kebersihan, supaya mereka merasa terbantu,” tutur Faida.

Menurut bupati, untuk mencegah penularan virus corona  takmir masjid perlu meningkatkan intensitas pengepelan dari sebelum terjadi wabah.

Dalam kesempatan itu, bupati juga mengungkapkan bahwa takmir masjid yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapatkan asuransi kesehatan secara gratis dari Pemerintah Kabupaten Jember. Sebanyak lebih kurang 15.000 ta’mir masjid merasakan manfaat program pemerintah itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DMI Jawa Timur, H. Mohammad Arum Sabil, menyampaikan, cairan pembersih lantai ini bukan disinfektan. Cairan ini untuk mengepel lantai agar tetap bersih.

Arum Sabil juga berpesan kepada pengurus DMI Kabupaten Jember, ta’mir masjid, Baznas, kepala daerah, serta aparatur Pemerintah Kabupaten Jember untuk bekerjasama, saling membantu, dan saling mengawasi.

Menurutnya, pejabat di instansi-instasi itu memahami kondisi di lapangan, sehingga bisa memberikan skala perioritas masjid yang harus mendapat cairan pembersih lantai.

“Kita tidak menginginkan barang tersebut hanya disimpan. Oleh karena itu, dengan adanya pendistribusian ini, semua elemen harus bekerja sama. Masjid mana yang diperioritaskan terlebih dahulu,” pungkasnya.(eva)

No More Posts Available.

No more pages to load.