Pemkab Probolinggo Terima KKN Mahasiswa UIN Sunan Ampel

oleh -255 Dilihat
oleh
Ribuan mahasiswa ini diterima Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Santiyono

PROBOLINGGO, PETISI.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menerima Kuliah Kerja Nyata (KKN) 1.073 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.

Ribuan mahasiswa ini diterima Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Santiyono didampingi sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Ribuan mahasiswa ini akan melakukan KKN di Kabupaten Probolinggo hingga 25 Juli 2024 mendatang. Mereka akan melakukan KKN di 40 desa di 5 kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Yakni, 8 desa di Kecamatan Banyuanyar, 8 desa di Kecamatan Krejengan, 10 desa di Kecamatan Maron, 8 desa di Kecamatan Pakuniran dan 6 desa di Kecamatan Tiris.

Tema KKN adalah penanggulangan stunting, Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, pendampingan UMKM dan produk halal, pemberdayaan desa wisata, desa siaga bencana dan pengkoordinasian kesehatan lingkungan.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Santiyono menyampaikan ucapan selamat datang kepada keluarga besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya di wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaannya yang telah menjadikan KabupatenProbolinggo menjadi locus program KKN tahun 2024 dan merupakan tahun ke-2, yang sebelumnya sudah dilaksanakan pada tahun 2023,” katanya.

Santiyono menerangkan berdasarkan penetapan lokasi program KKN Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya telah ditetapkan 5 kecamatan dengan 40 desa lokasi KKN tahun 2024. Ini adalah armada yang cukup besar.

“Semua Lokasi berada di wilayah tengah dengan notabene sebagian besar penduduk bermata pencaharian di sektor pertanian kecuali Tiris lebih banyak bekerja pada sektor perkebunan dan semuanya memiliki karakter budaya pandalungan,” jelasnya.

Menurut Santiyono, perlu pemahaman akan situasi dan kondisi antar desa yang berbeda, baik dari sisi sumber daya manusia aparatur desa dan masyarakat serta potensi sumber daya alam yang ada. Dua hal ini, mohon juga untuk diperhatikan ketika para mahasiswa melaksanakan program kegiatan yang telah direncanakan.

“Kami berharap tema yang diangkat benar-benar perlu disinergikan dengan pemerintah desa dan kecamatan dengan baik, termasuk juga perangkat daerah koordinatif. Misal terkait stunting, kami harapkan bagaimana para mahasiswa KKN membantu dengan baik pelaksanaan posyandu, penyadaran pola asuh balita di dalam kelurga dan lain-lain. Tentunya kerjasama dengan kader-kader desa,” terangnya.

Santiyono mengharapkan 5 Camat yang menjadi lokasi KKN untuk mengkoordinasikan pelaksanaan KKN ini ke desa lokasi KKN. Utamanya tema yang diangkat benar-benar dapat berjalan untuk mendukung pembanguan daerah, lebih-lebih pembangunan di desa.

“Potensi desa masih banyak yang belum tergali, maka saya harapkan inilah kesempatan yang baik, untuk dimanfaatkan oleh para mahasiswa dalam menuangkan ide dan gagasanya untuk lebih berguna bagi masyarakat di desa,” pungkasnya. (reb)

No More Posts Available.

No more pages to load.