Pemkab Probolinggo Gaungkan Ajang Wondrfest Bromo Sunset Music and Culture

oleh
oleh
Pembukaan Wondrfest Bromo Sunset Music and Culture Volume 5

Probolinggo, petisi.coKeindahan Gunung Bromo kembali menjadi sorotan nasional melalui ajang Wondrfest Bromo Sunset Music and Culture Volume 5. Kegiatan ini berlangsung meriah di Amphitheater Terminal Seruni Point Kecamatan Sukapura bertepatan dengan momentum HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Bupati Probolinggo, Mohammad Haris yang hadir dalam ajang tersebut memuji panorama kawasan yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan tiga gunung sekaligus meliputi Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru. “Di tempat inilah kita bisa melihat keindahan tiga gunung, Bromo, Batok dan Semeru,” kata Mohammad Haris.

Tidak hanya menikmati pemandangan, Bupati Haris juga menyampaikan rencana pengembangan kawasan Seruni Point dengan menghadirkan Café Dewa 19 yang nantinya akan menjadi panggung pertunjukan musik rutin setiap akhir pekan.

“Insya Allah nanti di sini akan ada Café Dewa 19. Barangkali digunakan tiap minggu untuk pagelaran musik dari Dewa 19,” ujarnya.

Menurut Bupati Haris, kehadiran kafe tematik ini akan semakin memperkuat daya tarik Bromo sebagai mercusuar pariwisata Kabupaten Probolinggo. Bromo bukan satu-satunya destinasi unggulan, melainkan bagian dari rangkaian wisata alam spektakuler di Kabupaten Probolinggo.

“Ada Bentar dengan panorama lautnya dan Bermi yang menawarkan tujuh danau, tiga air terjun dan kebun teh sebagai magnet wisata lainnya. Seluruh destinasi ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara,” ungkapnya.

Bupati Haris mengajak seluruh pengunjung Wondrfest Bromo Sunset Music and Culture Volume 5 untuk hadir di event besar The Seven 7 Lakes Festival Probolinggo Paradise yang akan digelar pada 7 Nopember 2025 mendatang.

“Saya mengundang semua yang hadir di sini untuk datang. Mari kita nikmati dan promosikan kekayaan alam Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Wondrfest Bromo Sunset Music and Culture Volume 5 sendiri menghadirkan perpaduan musik, seni dan budaya di tengah lanskap pegunungan yang memesona. Lokasi Amphitheater Seruni Point menjadi daya tarik tersendiri karena berada di ketinggian dengan view langsung ke lautan pasir dan barisan gunung.

“Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak swasta dan pelaku seni diharapkan mampu menciptakan agenda wisata tahunan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menghidupkan perekonomian warga,” tuturnya. (reb)

No More Posts Available.

No more pages to load.