Pemkab Sidoarjo Sosialisasi dan Seminar M-Bonk Peduli Jalan 2018

oleh -191 Dilihat
oleh
Saiful Ilah (tengah, berpeci) bersama Achmad Zaini (2 dari kanan) dan Sigit Setyawan (2 dari kiri), serta Rully Ranastra (paling kiri) usai kegiatan di Gedung Graha Pena, Surabaya

SIDOARJO, PETISI.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo tiada henti melakukan inovasi infrastruktur yang berkaitan dengan jalan dan jembatan.

Hal itu dikemukakan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah saat memberikan sambutan dalam kegiatan bertajuk “Opening, Sosialisasi dan Seminar M-Bonk Peduli Jalan 2018” dengan tema “Penerapan Teknologi Infrastruktur Jalan dan Jembatan” yang digelar di Gedung Graha Pena, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (12/12/2018).

“Sejak 2013, Sidoarjo telah mengganti material jalan dengan beton secara bertahap, karena jalan aspal gampang rusak bila terkena air,” kata Saiful Ilah.

Namun, sambungnya, ke depan, Sidoarjo akan menerapkan beton berkualitas tinggi temuan Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) KemenPUPR. Selain itu, jalan aspal di perlintasan rel kereta api diganti material karet, karena awet dan aman bagi pengguna jalan.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo, Sigit Setyawan, selama ini usai jalan beton dibangun, tidak bisa langsung dimanfaatkan, karena menunggu kering yang memakan waktu berbulan – bulan.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengganti jalan aspal di perlintasan rel kereta api dengan jalan berbahan karet.

“Untuk membangun jalan beton dan karet di perlintasan rel kereta api, kami akan terapkan teknologi konstruksi atau material hasil uji Pusjatan KemenPUPR,” terang Sigit.

Di tempat yang sama, Rully Ranastra dari Pusjatan KemenPUPR memaparkan soal teknologi konstruksi jalan beton yang mengeras dan mengering dalam kurun waktu satu hingga tiga hari.

“Jika jalan beton cepat kering, maka akan mengurangi kemacetan lalu lintas, akibat penutupan jalan yang terlalu lama,” katanya.

Selanjutnya, Rully juga mengulas teknologi jalan karet pengganti aspal untuk jalan di perlintasan kereta api.

“Jalan di perlintasan rel kereta api itu pelat terbuat dari besi, tentu membahayakan pengguna jalan, karena licin. Beda, kalau diganti karet, kecelakaan pun bisa diminimalisir,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Sigit juga melakukan sosialisasi aplikasi M-Bonk yang dibuat instansinya di depan puluhan pelajar Sidoarjo.

“Kami ingin aplikasi M-Bonk diketahui generasi milineal dan berharap mereka peduli pembangunan di Sidoarjo. Suatu misal, menjumpai jalan rusak, ya teman – teman segera untuk melaporkan, agar kami cepat menindaklanjutinya,” harapnya.(wah)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.