Pencurian Marak, Pedagang Pasar Ikan Puger Resah

oleh
Pasar ikan Puger rawan pencurian.

Laporan tak Pernah Ada Tanggapan

JEMBER, PETISI.CO – Sejumlah pedagang di Pasar Ikan Puger, mengaku kerap mengalami pencurian, semenjak musim paceklik ikan sejak 1,5 tahun belakangan ini.

Bukan hanya pedagang ikan, hal yang sama juga dialami para nelayan. Kendati demikian, mereka mengaku bahwa tidak ada satupun pelaku yang ditangkap oleh petugas, meski sudah sering kali melapor.

Sutini (37), salah seorang pedagan ikan Rabu (12/4/2017) mengungkapkan, sejumlah barang di areal TPI dan dermaga, seperti dagangan ikan, mesin diesel, serta jaring, kerap jadi langganan maling.

Dia sendiri mengaku, jika dagangan ikannya sudah sekitar tujuh kali jadi sasaran pencurian. Dia dan pegadang lainnya, lanjut Sutini, terbiasa meninggalkan dagangan ikan di areal pasar ikan saat aktifitas pasar tutup.

“Dadangan tetap ditinggal, dimasukkan dalam kotak dan diikat tampar, biasanya aman dari dulu, namun 1.5 tahun belakangan, barang kerab hilang,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Muah (45), pedagang ikan.  Dia mengaku sempat mengalami kehilangan 80 ekor ikan dagangan. Muah mengalami peristiwa itu baru tiga hari silam.

Dan di setiap kali terjadi kasus pencurian, baik ikan maupun peralatan kapal, hampir selalu dilaporkan ke petugas TPI.

Namun, laporan-laporan tersebut terkesan tidak pernah mendapat tanggapan dari petugas. “Alasan petugas, buktinya tidak kuat, makanya tidak ditindaklanjuti,” tutur Sundari, penjual ikan yang sudah sepuluh tahun lebih berdagang.

Sementara, Kepala TPI Puger, Suwandi dan Kepala Syahbandar Puger saat berusaha dikonfirmasi media tidak berada di tempat. Begitu pula dengan Kapolsek Puger, AKP M. Sudariyanto, mengaku jika pihaknya tidak pernah mendapat laporan perihal kabar sering pencurian itu, baik dari Syahbandar maupun TPI.

“Selama ini kami tidak pernah mendapat laporan terkait hal itu, seharusnya kalau ada kasus pencurian, pihak Syahbandar maupun kelautan langsung memberi laporan kepada kami,” pungkasnya.(yud)