PETISI.CO
Forkopimda Jember rapat di Pendopo Wahyawibawagraha.
PEMERINTAHAN

Penerapan Physical Distancing Cegah Kluster Baru

JEMBER, PETISI.COPembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan salah satu solusi untuk mencegah penularan Covid-19. Namun, masih muncul klaster Covid-19 baru. Perlu solusi baru untuk pencegahan penyebaran virus itu.

Bupati Jember, dr. Faida, MMR., bersama Komandan Kodim 0824, Letkol Inf. Laode M Nurdin, Kapolres Jember, AKBP Aris Supriyono, dan Plt. Kepala BPBD Jember, Mat Satuki mengikuti rapat di Pendopo Wahyawibawagraha.

Gubernur menyampaikan evaluasi PSBB dalam rapat koordinasi secara virtual yang diikuti oleh bupati dan walikota se-Jawa Timur, Minggu 10 Mei 2020.

Baca Juga :  Kapolres Jember dan Dandim 0824 Sidak Kawasan Physical Distancing PTPN X Unit Industri Bobin  

Evaluasi yang dilakukan oleh tim Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap penerapan PSBB di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo menunjukkan 70 persen infeksi virus masih berjalan efektif lebih dari 14 hari.

“Dari hasil telaah tim, proses penyebaran Covid-19 rupanya 70 persen infeksinya masih berjalan efektif di atas 14 hari,” terang Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Menurut gubernur, karena masa infeksi seperti itu, maka untuk bisa menyiapkan PSBB selama 14 hari, secara teori tidak cukup. Hal itu juga terkait dengan masih tingginya angka kematian akibat Covid-19, terutama di Surabaya dan sidoarjo.

Baca Juga :  BNI Temui Bupati Jember

Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bila ingin mewujudkan arahan Presiden Jokowi agar Mei diharapkan wabah ini sudah landai dan turun.

Gubernur menyatakan pemerintah harus bekerja keras untuk mendalaminya lebih detail. “Telah diputuskan bahwa Surabaya dan Sidoarjo akan memperpanjang PSSB sampai dengan tanggal 25 Mei 2020,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur,  akan melakukan telaah secara detail terhadap klaster-klaster Covid-19 baru yang muncul dan pada kondisi ada titik keramaian atau tidak menerapkan physical distancing.

“Pada klaster-klaster ini akan dilakukan tindakan yang lebih korektif, sehingga tidak ada kelonggaran atau toleransi yang menimbulkan potensi klaster baru,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Faida Ungkap Kemajuan Indek Kabupaten Jember Adalah Keberhasilan Bersama

Gubernur berharap menemukan solusi baru untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. (eva)

terkait

Dinkes Jatim Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Leptospirosis di Musim Hujan

redaksi

Pemkab Mojokerto Peduli Lingkungan Gelar Aksi Tanam Pohon Bersama

redaksi

Tahun 2019, KBRI Den Haag Tawarkan Pemprov Jatim Kerjasama Sektor Rempah

redaksi