Perkuat Kaderisasi, DPW PKS Jatim Siapkan Program K2P2

oleh
oleh
Bagus (tengah) dialog dengan wartawan di acara Media Gathering

Surabaya, petisi.co – Pemilu 2029 masih lama, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur (Jatim) sudah mulai tancap gas. Komitmen memperkuat kaderisasi serta meningkatkan pelayanan publik sebagai strategi utama menghadapi Pemilu 2029 terus dipertahankan.

Komitmen itu ditunjukkan dengan menyiapkan program K2P2 atau Kader Kaderisasi dan Pelayanan Publik. “Program ini menjadi fokus utama kepengurusan baru untuk memperkuat kaderisasi,” kata Ketua DPW PKS Jatim Bagus Prasetia Lelana di Kantor DPTW PKS Jatim, Kamis (12/3/2026).

Saat ini, menurutnya, K2P2 menjadi salah satu program prioritas PKS. Program ini menjadi fokus utama kepengurusan PKS pada era kepemimpinan terbaru partai dan akan dijalankan secara bertahap dengan target berbeda setiap tahunnya.

“Sebagai struktur wilayah, DPW memiliki tugas utama melaksanakan kebijakan dan amanah yang diputuskan di tingkat pusat. Karena itu, seluruh program yang dijalankan di daerah merupakan turunan dari hasil musyawarah nasional (Munas) partai,” jelasnya.

“Di PKS, wilayah sifatnya pelaksana. Kita menjalankan amanah dan program yang telah diputuskan di tingkat pusat, kemudian diterjemahkan dan dilaksanakan di daerah,” tambah Bagus.

Setelah kepengurusan DPW PKS Jatim dilantik pada Agustus 2025, pihaknya langsung memprioritaskan sosialisasi program kepada seluruh struktur partai di daerah. Termasuk, program P2K2.

“Tahun 2025 kemarin fokus kita memang sosialisasi program ke seluruh daerah di Jatim. Ini tidak mudah karena Jatim memiliki 38 kabupaten/kota, terbesar di Indonesia. Disusul provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah,” jelasnya.

Dalam proses tersebut, pengurus DPW berkomitmen mendatangi seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS di tingkat kab/kota untuk memastikan program pusat dapat dipahami dan dijalankan secara seragam.

Awalnya, sosialisasi tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir 2025. Namun, karena sejumlah agenda partai di tingkat pusat yang harus diikuti, proses konsolidasi baru selesai pada Januari 2026.

“Alhamdulillah sekarang seluruh DPD sudah kita datangi dan kita sudah mempresentasikan target pusat, target wilayah, hingga target masing-masing kabupaten/kota,” kata Bagus.

Selain konsolidasi internal, PKS Jatim juga mulai mempersiapkan strategi pemenangan untuk Pemilu 2029. Partai menargetkan mampu meraih 10 persen suara di Jatim. Target ini diharapkan berdampak pada peningkatan jumlah kursi legislatif PKS di berbagai tingkatan.

“Kalau kita bisa mencapai 10 persen suara, harapannya kursi DPR RI dari Jatim bisa bertambah sekitar delapan kursi. Untuk DPRD Provinsi targetnya sekitar 12 kursi dari 5 kursi sekarang,” ujarnya.

Saat ini, kekuatan PKS di Jatim masih terbatas. Untuk DPR RI, PKS memiliki lima kursi dari daerah pemilihan di Jatim. Sementara di DPRD Provinsi juga terdapat lima kursi, dan di DPRD kabupaten/kota total sekitar 104 kursi.

Dengan jumlah daerah pemilihan yang mencapai sekitar 212 dapil di tingkat kab/kota, PKS menargetkan dapat meraih sekitar 180 kursi DPRD di masa mendatang. Target tersebut, tidak akan dicapai secara instan. Partai telah menyusun peta jalan.

“Evaluasi tahunan juga dilakukan untuk memastikan strategi pemenangan berjalan efektif hingga 2029. Kita sudah rumuskan langkah-langkahnya, termasuk evaluasi setiap tahun. Dengan begitu kita bisa melihat progres kita sudah sampai di mana dan apa yang perlu diperbaiki,” paparnya.

PKS Jatim juga menegaskan komitmen mendukung program pemerintah provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. PKS akan mengawal program pemerintahan hingga masa jabatan berakhir.

“Sebagai partai pengusung pada pemilihan sebelumnya, tentu kita mendukung program pemerintah provinsi sampai selesai. Tetapi dukungan itu tetap disertai dengan kritik dan masukan yang konstruktif,” tandasnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.