PERMAHI Kutuk Aksi Pengeboman di Gereja Oikumene Samarinda

oleh
Lokasi ledakan bom

JAKARTA, PETISI.CO – Tragedi memilukan yang terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur (13/11) lalu, menunjukkan bukti dari keberadaan kelompok teroris yang berupaya memecah belah antar umat beragama di Indonesia.

Sekitar pukul 10.10 WITA, tepat di depan Gereja Oikumene, pelaku melemparkan sebuah bom molotov berskala ledakan kecil tepat di parkiran gereja. Naifnya, beberapa anak kecil tak bersalah menjadi korban dan harus di rawat intensif di Rumah Sakit Umum di Samarinda.

Salah satu korbannya, Intan Marbun, balita berusia 2,5 tahun itu meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. Banyak pihak menyampaikan bela sungkawa atas tragedi memilukan ini.

Tak hanya itu, kecamaman terhadap pelaku juga disampaikan banyak pihak. Wakil Ketua MUI Pusat Zainut Tauhid, mengecam aksi-aksi terorisme yang mengatasnamakan agama. Islam menurut Zainut adalah agama yang mengajarkan perdamaian.

“Islam adalah agama rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam-red), agama perdamaian yang melarang pemeluknya melakukan perusakan dan pembunuhan. Apalagi terhadap rumah ibadah, kaum perempuan dan anak-anak,” ujar Zainut kepada wartawan.

afan-permahi
Afan Ari Kartika

Kecaman juga datang dari       Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPP PERMAHI), yang menyayangkan dan bahkan mengutuk keras aksi pengeboman di Gereja Oikumene Samarinda itu.

Afan Ari Kartika, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPP PERMAHI) menyebutkan, peristiwa peledakan Gereja Oikumene ini menunjukkan minimnya pemahaman dalam beragama. “Karena kalau hanya beragama tanpa adanya pengetahuan, nalar dan akhlak, maka sama halnya dengan berjalan tanpa tujuan,” ujarnya, Selasa (15/11/2016).

Dijelaskan Afan Ari Kartika, pertanyaan yang sederhana adalah, apakah ini bukan penistaan agama? Menurutnya, adanya kejadian peledakan gereja ini sangat menodai kerukunan antar umat beragama yang telah lama berlangsung di Indonesia.

“Kami sangat mengutuk tindakan peledakan rumah ibadah (Gereja) yang mengakibatkan meninggalnya 1 orang korban anak-anak. Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan, apalagi pengrusakan tempat ibadah dan sampai menghilangkan nyawa anak yang tidak berdosa,” protesnya.

Selain itu, DPP PERMAHI juga mengucapkan  belasungkawa yang sedalam dalamnya atas meninggalnya korban peledakam bom di Gereja Oikumene. “Dan kami meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku pengeboman Gereja Oikumene dan pihak-pihak yang terlibat.”(cw-1)