Petisi
Amir (tengah) memimpin manager meeting Piala Soeratin U-17 PSSI Jatim.
OLAHRAGA

Persebaya dan Arema FC Tampil di Piala Soeratin U-17 Jatim

SURABAYA, PETISI.CO – Asosiasi Provinsi (Asporv) PSSI Jatim kembali memutar Kompetisi Piala Suratin U-17 yang dijadwalkan akan mulai digelar pada tanggal 11 September 2019.. Dari 36 klub yang ambil bagian, dua tim Liga 1, Persebaya dan Arema FC memastikan turun dalam gelaran kompetisi sepak bola kelompok umur ini.

Bahkan tidak hanya di empat kategori kelompok umur itu saja, kedua tim Liga 1 ini juga memiliki SSB. Seperti diketahui, selain berkompetisi di Piala Soeratin, Persebaya dan Arema juga menurunkan tim mudanya di kompetisi Elite Pro Academy U-16, Elite Pro Academy U-18, dan Elite Pro Academy U-20.

Hal itu menunjukkan bahwa kedua klub tersebut memiliki jenjang pembinaan yang jelas dibanding klub Liga 1 asal Jatim lainnya, Madura United dan Persela Lamongan yang absen di kompetisi ini. Tahun lalu, juga ada Persela yang juga tampil di kompetisi Piala Soeratin U-17, namun di tahun ini, Persela absen karena alasan tertentu.

“Hanya Persebaya dan Arema FC yang lengkap pembinaannya. Jenjang pembinaannya lebih bagus,” kata Sekretaris Asprov PSSI Jatim, Amir Burhannudin usai manager meeting di Surabaya, Senin (12/8/2019).

Jika dibandingkan tim Liga 1, klub Liga 2 lebih parah. Tak satu pun dari empat tim Liga 2 asal Jatim yang mengikuti kompetisi Piala Soeratin U-17. Persik, Madura FC, Persatu Tuban dan Blitar United dipastikan absen.

Tidak diketahui apa alasan keempat tim Liga 2 asal Jatim itu tak mengirimkan wakilnya di kompetisi yang digelar oleh Asprov PSSI Jatim itu. “Tidak masalah, ini terkait kesiapan tim. Karena musim lalu ada yang mundur di tengah jalan setelah mengonfirmasi ikut di kompetisi ini,” ujar Amir.

Benar saja, meski jumlah tim yang berkompetisi di Piala Soeratin U-17 tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu yang totalnya mencapai 40 tim. Menurut Amir lebih baik karena semua tim menyatakan kesiapannya. Mereka juga mengetahui konsekwensi sanksi yang akan diterima bila mundur dari gelaran tersebut.

Terlepas dari itu, ini menunjukkan klub-klub Liga 2 tak memiliki jenjang pembinaan yang jelas. Padahal, pembinaan berjenjang di semua kelompok umur dibutuhkan semua tim agar proses regenerasi berjalan dengan baik.

“Saya berharap Piala Soeratin tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya dan mudah-mudahan tahun ini bisa juara nasional, seperti tahun 2018 saat Persebaya berhasil menjuarai U-17 2018,” harapnya.

Sementara itu, Asprov PSSI Jatim membagi 36 klub ke dalam sembilan grup dengan masing-masing grup dihuni empat tim dengan menggunakan skema full kompetisi dua home turnamen. Di mana, setiap grup telah ditentukan dua tim yang akan menjadi tuan rumah untuk dua putaran.(bm)

terkait