Pjs Bupati Jombang Buka Job Fair

oleh
Pembukaan juga ditandai pemukulan gong oleh Ketua DPRD Jatim didampingi Pjs Bupati, Kepala BLK dan Kepala DinasKetrans Jombang

JOMBANG, PETISI.COKegiatan Job Fair 2018 kembali diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenga Kerja dan Trasnmigrasi Kabupaten Jombang. Setelah sebelumnya kegiatan serupa diselenggarakan di Gedung Olah Raga Merdeka Jombang, Maret lalu.

Penyelenggaran kali ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Unit Pelaksana Teknis Pelatihan (UPT PK) bekerjasama dengan Forum Pelatihan dan Pemagangan Industri Daerah (FKKIP) menyelenggarakan Job Fair 2018 dengan menawarkan sekitar 96 perusahaan bagi masyarakat Jombang yang belum memiliki pekerjaan. Pelaksanaan Job Fair diselenggarakan di Balai Pelatihan Kerja Jombang, JL. Anggrek, No. 4, Candi Mulyo, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Kamis (26/4/2018).

Pjs Bupati Jombang meberikan sambutan sekaligus membuka Job Fair Tahun 2018

Job Fair dibuka langsung oleh Pjs Bupati Jombang, Setiajit SH. MM dan dihadiri oleh Ketua DPRD Jawa Timur, Drs. H. A. Halim Iskandar. Dalam sambutannya Setiajit mengatakan perusahaan-perusahaan di era teknologi sekarang ini lebih memilih tenaga kerja mesin ketimbang tenaga kerja manusia untuk bekerja.

Namun menghadapi kondisi tersebut, pihak Pemda melalui Disnakertrans terus meningkatkan kerjasama dengan perusahaan untuk membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat Jombang.

“Seiring berkembangnya teknologi di zaman modern seperti sekarang ini, banyak perusahaan yang lebih menggunakan tenaga mesin yang menggunakan teknologi dari pada menggunakan tenaga kerja manusia. Menanggapi hal tersebut, melalui Disnakertran, UPT PK, dan FKKIP Jombang terus menjalin kerjasama dengan pihak-pihak perusahaan untuk dapat menyerap tenaga kerja masyarakat di Kabupaten Jombang,” kata Setiajit.

Beliau juga menambahkan bahwa pihak Pemda telah menerima arahan dari Duta Besar Indonesia untuk Ukraina terkait dengan kesiapan daerah Jombang dalam menerima investasi dari luar negeri.

“Sebelumnya Duta Besar Indonesia untuk Ukraina telah menghubungi Pemda Jombang menanyakan terkait apa yang bisa didukung oleh Kabupaten Jombang untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dibidang meningkatkan lapangan pekerjaan. Lalu kami menjawab bahwa di wilayah Jombang bagian selatan dari sungai Brantas terdapat empat Kecamatan yang masih mungkin untuk dijadikan lahan industri. Terdapat 4 ribu hektar tanah yang bisa dimanfaatkan untuk perindustrian,” ungkapnya.

Pada Kesempatan tersebut di depan Ketua DPRD Jawa Timur, Setiajit juga menyampaikan kendala dalam meningkatkan investasi di Jombang terutama di empat Kecamatan di selatan sungai brantas tersebut. Kendala yang dihadapi yakni terkait dengan jembatan yang menyebrangi sungai untuk menuju empat kecamatan tersebut.

“Namun yang menjadi sedikit kendala hingga saat ini ialah permasalahan jembatan Ploso yang merupakan jembatan penyebrangan melewati sungai brantas untuk menuju 4 kecamatan tersebut masih dalam proses perbaikan yang juga terkendala oleh anggaran dari APBD Provinsi,” pungkasnya. (rahma)