Plh Bupati Resmikan Layanan RSUD Waluyo Jati

oleh
oleh
Peresmian layanan TBC-RO RSUD Waluyo Jati

PROBOLINGGO, PETISI.COPelaksana Harian (Plh) Bupati Probolinggo Heri Sulistyanto meresmikan layanan tuberkulosis resisten obat (TBC-RO) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama layanan TBC-RO antara Dinas Kesehatan  Provinsi Jawa Timur dengan RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo.

Plt Direktur RSUD Waluyo Jati Hariawan Dwi Tamtomo menyampaikan, begitu mendapatkan asistensi dan fasilitasi dari Dinkes Provinsi Jawa Timur dan Dinkes Kabupaten Probolinggo terkait dengan layanan TBC-RO, pihaknya bertekad akan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi masyarakat.

“Sesuai dengan pesan dari Pj Bupati Probolinggo, jangan pernah lelah melayani masyarakat, kami bertekad untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di RSUD Waluyo Jati,” kata Hariawan Dwi Tamtomo.

Ia menambahkan, dengan adanya asisten dan fasilitasi terkait layanan TBC-RO tersebut jelas Hariawan, pihaknya menindaklanjuti dengan proses menyiapkan sumber daya manusia dengan luar biasa dinamikanya. Sebab ada keterbatasan dari tenaga kesehatan yang ada di RSUD Waluyo Jati.

Alhamdulillah, saat ini baru ada satu dokter spesialis paru di RSUD Waluyo Jati. Nantinya paling lambat awal tahun 2025, akan ada tambahan dokter spesialis paru untuk memperkuat tenaga medis layanan paru di RSUD Waluyo Jati.

“Mudah-mudahan pelayanan Poli TBC-RO ini bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Kita tuntaskan kasus TBC di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Plh Bupati Probolinggo, Heri Sulistyanto keberadaan layanan TBC-RO di RSUD Waluyo Jati ini merupakan salah satu komitmen dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Selama ini kita harus melakukan rujukan ke Jember atau Malang. Tetapi hari ini kita sudah mempunyai layanan TBC-RO dalam rangka penanganan TBC-RO. “Mudah -mudahan ini bisa dimaksimalkan dan dioptimalkan. Ini merupakan bagian dari pengentasan kemiskinan dalam mengurangi beban masyarakat untuk biaya menuju rumah sakit rujukan dan pembelian obat-obatan,” katanya.

Lebih lanjut Plh Bupati Heri meminta agar menyampaikan kepada masyarakat bahwa penyakit TBC ini masih bisa disembuhkan sepanjang ada kesabaran dan ketelatenan dalam menjalani pengobatan.

“Insya Allah pada awal tahun 2025 mendatang, kami akan menambahkan satu orang dokter spesialis paru lagi supaya tidak sendirian dalam menangani pasien TBC-Resisten Obat di RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo,” tuturnya. (reb)

No More Posts Available.

No more pages to load.