PETISI.CO
Gubernur Khofifah saat diwawancarai wartawan di Grahadi.
PERISTIWA

PMI Yang Positif Covid-19 Bertambah Jadi 58

SURABAYA, PETISI.CO – Kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai provinsi ke Surabaya, Jawa Timur (Jatim) patut diwaspadai. Pasalnya, puluhan PMI yang pulang ke tanah air itu telah terdeteksi membawa virus Corona atau Covid-19.

Awalnya, PMI yang dinyatakan positif Covid-19 hanya berjumlah 22 orang. Lalu bertambah menjadi 33 orang. Sekarang, jumlahnya naik menjadi 58 orang.

“Jumlah PMI yang dinyatakan positif Covid-19, kini sebanyak 58 orang,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (8/5/2021) malam.

Menurutnya, Covid-19 varian baru seperti Inggris, India dan Afrika, menurut dia, bukan lagi diduga, tetapi memang sudah ada di Indonesia. Sebanyak 58 orang PMI yang positif Covid-19, sebagian dirawat di RS Darurat Lapangan Indrapura dan sebagian di lokasi lain.

Baca Juga :  Penuhi Stok Darah PMI, Kapolres Jember Gelar Donor Darah di Mapolres  

Dari 58 PMI asal Jatim yang positif Covid-19, ada 9 orang yang CT-nya di bawah 25. Mereka yang diswab dan hasilnya positif, lalu CT-nya di bawah 25 maka dilakukan sequencing (mendeteksi mutasi Covid-19 varian baru).

Nah, sementara ada 9 yang di-sequencing, 4 dilakukan ke ITD Unair Surabaya dan 5 dilakukan di Litbangkes Jakarta. Ini semata-mata untuk melakukan langkah antisipatif agar menghindari kemungkinan tidak kita inginkan.

“Jika hasil sequencing keluar nantinya, semua pihak jajaran pemprov, kabupaten/kota, Pak Pangdam, Pak Danrem, Pak Dandim, Pak Kapolda dan Pak Kapolres agar bisa melakukan proteksi ketat,” jelasnya.

Khofifah memastikan pemerintah pelakukan pengamanan berlapis untuk proses kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri hingga ke kampung halamannya masing-masing.

Dari proses kedatangan PMI dari Bandara Juanda dan dibawa ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya, kemudian pulang ke rumahnya masing-masing membutuhkan waktu 14 hari karantina.

Baca Juga :  Bahas Penanganan Kepulangan PMI, Pangdam V/Brawijaya Rangkul Berbagai Pihak

Pengamanan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dilakukan secara berlapis dan prosesnya panjang. Dari jemputan kabupaten/kota, mereka diminta karantina selama 3 hari di sentra kabupaten/kota, setelah diswab dan negatif, karantina 3 hari lagi di PPKM mikro. “Ini harus kita lakukan untuk menjaga dan perlindungan sesama,” tandasnya.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan di Posko Penanganan Kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, masih tercatat sebanyak 53 orang PMI positif Covid-19.

Dari jumlah itu, 39 orang diisolasi di RS Darurat Lapangan Indrapura. Sementara sisanya melakukan isolasi mandiri di hotel.

Diketahuinya jumlah PMI yang terinfeksi Covid-19 tersebut, yakni dari hasil screening swab PCR kepada seluruh PMI yang datang di Bandara Juanda Surabaya.

Baca Juga :  Dinyatakan Positif Covid-19 dan Isolasi Mandiri, Kebutuhan Hidup Serta Keluarganya Ditanggung Pemerintah

Jumlah PMI yang sudah diswab, yakni 5.524 orang. Dari jumlah itu yang dinyatakan negatif Covid-19 sebanyak 4.731 orang, dan yang masih menunggu hasil sebanyak 445 orang, serta yang dinyatakan positif 53 orang.

Adapun sebaran domisili terinfeksi Covid-19, yakni dari Bangkalan sebanyak 3 orang, Blitar 1 orang, Gresik 1 orang, Jember 3 orang, Kediri 3 orang, Kota Probolinggo 1 orang, Lamongan 1 orang dan Malang 1 orang.

Selain itu, dari Nganjuk 1 orang, Ngawi 1 orang, Pacitan 1 orang, Pamekasan 7 orang, Ponorogo 2 orang, Probolinggo 1 orang, Sampang 13 orang, Sumenep 1 orang dan Tulungagung 3 orang. Sementara terkonfimasi positif dari daerah non Jatim, yakni dari Kendal Jateng 1 orang, Sleman Jateng 1 orang, dan NTB 1 orang. (bm)

terkait

Kapolres Pasbar Segera Turunkan Tim Untuk Selidiki Galian C Ilegal Untuk Proyek

redaksi

Walikota Batu Bersama Forkopimda Kunjungan Giat Natal 2019

redaksi

GMNI Pasaman KTD Dalami “Marhaenisme”, Sambangi Petani Terjun ke Sawah

redaksi