PMK Melandai, Pasar Hewan Tikung dan Babat Resmi Dibuka Kembali

oleh
oleh
Kondisi pasar sapi Tikung, Lamongan masih sepi usai dibuka

Lamongan, petisi.co – Pasca meluasnya wabah PMK ( Penyakit Mulut dan Kuku) yang menyerang Sapi, Dinas Kesehatan Hewan Dan Peternakan Kabupaten Lamongan kembali membuka pasar hewan Tikung, (Minggu, 16/2/2025).

Pembukaan pasar hewan Tikung itu dilakukan karena wabah PMK mulai menurun setelah hampir Satu bulan lebih di tutup karena adanya temuan 1.547 ekor sapi yang terserang PMK di Lamongan.

Kepala UPT Pasar Hewan Tikung dan Babat, Isrofil menjelaskan hal ini menindaklanjuti adanya surat edaran Bupati Lamongan yang diterima pada tanggal 15 Februari kemarin untuk dibukanya pasar hewan setelah dalam 10 hari terakhir wabah PMK telah melandai.

“Kami sudah memberitahukan kepada pedagang sapi, baik lokal maupun luar Lamongan terkait sudah dibukanya kembali pasar hewan Tikung dan Babat,” ujar Isrofil.

Isrofil menambahkan, sejak dibuka petugas tetap melakukan pemeriksaan dan penyemprotan disinfektan terhadap sapi-sapi milik pedagang dan baru ada 16 sapi yang di bawa penjual ke pasar.

Sementara itu, Kepala Diskeswan Lamongan, Shofi yah Nurhayati mengatakan,  sejak wabah PMK melanda tingkat kesembuhan sapi yang terserang PMK mencapai 65 persen dari 1547 kasus.

Upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Pihak Diskeswan Lamongan divantaranya adalah dengan menggelontorkan pelaksanaan vaksin mandiri sebanyak 1792 dosis vaksin ditambah dengan 7900 dosis vaksin bantuan dari Pemerintah pusat dan propinsi serta dari CSR sebanyak 97 dosis.

“Kami berharap, para pedagang maupun peternak segera melaporkan jika ada gejala PMK pada peliharaan mereka, agar kami bisa segera melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan,” tutupnya. (yus)