Surabaya, petisi.co – Polemik tembok penutup akses jalan antara perumahan Western Village dan Palm Residence yang telah berlangsung lama, kini mendekati titik terang.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam sidaknya pada (20/5/2024) menegaskan, bahwa tembok tersebut tidak dapat dibenarkan dan memerintahkan Camat Benowo untuk segera membongkarnya. Eri menilai keberadaan tembok tersebut sebagai salah satu penyebab kemacetan di wilayah Surabaya Barat, tepatnya di gerbang Pondok Benowo Indah.
Langkah prosedural yang dilakukan Pemkot Surabaya melalui Camat Benowo, Dr. Deni C Tupamahu, terkendala karena PSU milik Perumahan Western Village belum diserahkan kepada Pemkot. Sosialisasi pada warga kedua perumahan dan developer juga telah dilakukan, bahkan permasalahan ini sempat dibawa ke Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Namun kini, General Manager PT Integritas Mitra Bersatu, Kriswidyat Praswanto, menyatakan bahwa setelah hearing bersama DPRD kota Surabaya dan mendapat perintah untuk menyerahkan PSU Western Village, pihaknya telah menyelesaikan kewajibannya.
“Seminggu setelah hearing di DPRD kami langsung bersurat pada DLH dan kami telah memenuhi pembayaran PSU, sekarang diproses oleh cipta karya,” jelas Kriswidyat.
Kriswidyat menegaskan bahwa PT Integritas Mitra Bersatu telah menyerahkan PSU dari Western Village kepada Pemkot dengan biaya administrasi sebesar Rp 600 juta lebih.
Mengenai jalan yang akan ditembus, Kriswidyat menyatakan bahwa hal tersebut merupakan wewenang pemerintah karena itu merupakan kepentingan warga. Developer tidak memiliki kepentingan lagi karena telah menyerahkan semua aset, baik sertifikat ataupun fisik, kepada Pemkot.
“Dari kami sudah tidak ada yang masih ngganjel, yang saya urus terkait serah terima fasum,” ujar Kriswidyat.
Sementara itu, Eka Harlina, perwakilan dari developer Palm Residence, menyatakan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan rencana pembongkaran tembok penutup akses jalan.
“Pada dasarnya kami semua mendukung program dari pemerintah, kedepannya kita atur bagaimana pengoperasionalannya,” tutur Eka.
Proses sosialisasi telah dilaksanakan beberapa kali, dan berbagai pembahasan telah dilakukan, baik masalah pengoperasionalan maupun segi keamanan dan kelancaran lalu lintas lainnya. (joe)







