Polisi Bongkar dan Bakar Pondok Diduga Aliran Sesat

oleh
Pondok yang dibakar petugas.

JEMBER, PETISI.CO – Jajaran Polsek Wuluhan Jember bersama Koramil dan jajaran Perhutani, Selasa (14/2/2017) membongkar dan membakar gubuk yang berada di sisi barat Gunung Sukmo Ilang Wuluhan, yang berada di lahan milik Perhutani.

Kapolsek Wuluhan AKP. M. Zaenuri yang memimpin penggerebekan tersebut mengatakan, pendirian gubuk tersebut oleh warga sekitar disinyalir dijadikan sebagai aliran sesat, sebab setiap malam selalu terlihat beberapa orang yang melakukan ritual.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat jika di pondokan yang menyerupai gubug ini sering dijadikan ritual yang diduga sesat, karena aktivitasnya malam hari dan mencurigakan,” ujar Zaenuri.

Dari penggrebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan 3 penghuninya diantaranya SP (39) pemilik Padepokan, warga Jl. A. Yani Dusun Krajan Desa Tamansari Wuluhan Jember, Sukari (55) dan Iwan (23) yang masih tetangga dari SP.

“Sebenarnya ada 6 orang yang berada di padepokantersebut, namun hanya 3 orang yang berhasil kami amankan untuk dimintai keterangan, sedangkan 3 lainnya 2 warga Wuluhan dan satu lagi laki-laki tua yang diperkirakan berumur 70 tahun berasal dari Blitar,” tambahnya.

SP yang juga pemilik Pondok mengatakan bahwa padepokan tersebut untuk mempelajari ilmu kejawen dan melestarikan budaya Jawa, serta untuk memahami kepada hubungan manusia dengan alam.

“Kami mendirikan padepokan bukan ada unsur politik atau agama, tapi hanya untuk  mempelajari ilmu kejawen dan melestarikan budaya Jawa, serta memahami makna hubungan antara manusia dengan kami, bahkan padepokan kami bertujuan bagus untuk mempersatukan persatuan bangsa,” ujar SP saat diperiksa di Mapolsek Wuluhan.

Sementara dari ketiga pelaku yang berhasil diamankan, polisi juga menyita beberapa senjata tajam yang ada di padepokan tersebut, diantaranya 3 buah Clurit, Gergaji, Cangkul, Kabel Panjang dan Bak Mandi 2 buah. (yud)