Medan, petisi.co – Dua atlet loncat indah Jatim, Yovie Surya Nur Arifin dan M Aditya Perwira gagal menutup pertandingan loncat indah PON XXI 2024 di Kolam Renang Selayang, Medan, Kamis (12)9) dengan hasil manis. Keduanya pulang dengan tangan hampa setelah gagal merebut medali di nomor Menara putra.
Meski demikian, tak mempengaruhi posisi Jatim juara umum cabor loncat indah PON XXI. Bahkan, perolehan medali cabor ini over target. Dari target 5 emas KONI Jatim, loncat indah mampu menyabet 6 emas, 3 perak, dan 2 perunggu. DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan 4 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Dari enam emas yang didapat, lima emas diantaranya disumbangkan peloncat Gladies Lariesa Garina. Keberhasilan Gladies merebut 5 medali emas ini sudah diprediksi sejak awal oleh Pelatih loncat indah Jatim Ronaldy Herbiantoro.
Saat ini, belum ada atlet loncat indah di Indonesia yang bisa menandingi Gladies. Lawan terberat Gladies adalah dirinya sendiri. Karenanya, sejak awal Ronaldy mengaku sudah memprediksi Gladies bakal mampu menyapu bersih medali emas dari lima nomor yang diikuti.
“Sejak awal memang Gladies ditargetkan lima medali emas. Dia masih yang terbaik di tanah air. Jadi kami tidak terlalu terkejut, tapi perlu disyukuri,” ujarnya.
Yang agak mengejutkan justru di bagian putra. Tidak ditarget, tapi nyatanya berhasil merebut satu medali emas. Yaitu melalui Aldinsyah Putra Rafi dari papan 3 meter putra. Aldinsyah mengumpulkan nilai tertinggi, 353,70, dari lima kali loncatan.
Bagi Aldiansyah ini merupakan emas pertama sepanjang penampilannya di PON, setelah sebelumnya hanya meraih perunggu dan perak di PON 2016 dan PON 2021. “Ini adalah pencapaian terbesar saya setelah tiga kali tampil di PON. Saya sangat bangga, usaha keras selama ini terbayar,” tandasnya.
Dengan hasil ini, Jatim memimpin klasemen sementara cabang olahraga loncat indah dengan mendulang 6 emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Sementara DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan 4 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. (bm)






