Potensi Aksi Teror Saat Natal, Ini Kata Gubernur Bali

oleh
Gubernur Bali I Made Mangku Pastika

DENPASAR, PETISI.CO – Penangkapan terhadap sejumlah pelaku aksi teror di beberapa daerah di Indonesia, berikut adanya pengakuan para pelaku, bahwa Bali akan menjadi salah satu target aksi teror jelang Natal dan Tahun Baru, membuat masyarakat Bali resah. Belum lagi dengan geger temuan tas yang diduga berisi bom beberapa waktu lalu, menimbulkan kekhawatiran akan keamanan Bali jelang penutupan tahun 2016.

Terhadap situasi ini, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengharapkan agar baik aparat keamanan maupun seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Ini penting, menurut dia, karena sebagai daerah pariwisata, Bali sangat membutuhkan situasi yang aman dan kondusif.

“Karena itu, harus tetap waspada. Baik aparat kepolisian maupun masyarakat, berkali-kali saya imbau untuk selalu waspada,” kata Pastika di Denpasar, Kamis (22/12/2016).

Kewaspadaan, imbuhnya, juga sangat penting menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. “Saya harapkan agar perayaan Natal dan Tahun Baru bisa berjalan aman dan damai. Karena itu, kita semua harus waspada terhadap berbagai gangguan yang mungkin saja muncul,” tutur mantan Kapolda Bali itu.

Gubernur Pastika menambahkan, aman dan damai itu sangat penting artinya bagi Bali. Sebab tanpa rasa aman dan damai, sangat sulit untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Pulau Dewata sebagaimana dicita-citakan dalam Program Bali Mandara.

“Program Bali Mandara itu mencakup semua aspek. Salah satunya, terwujudnya keamanan yang berstandar internasional. Kita harapkan, dengan sistem keamanan seperti itu, aparat keamanan kita mampu mendeteksi lebih dini apapun situasinya,” tegas Gubernur Pastika.

Hal tak jauh berbeda juga dilontarkan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, secara terpisah. Ia berpandangan, sebagai destinasi wisata internasional, maka Bali sangat membutuhkan kondusifitas. Jika Bali tidak aman, maka rakyat Bali dipastikan akan rugi.

“Kalau Bali tidak kondusif, maka pariwisata kita akan sulit berkembang. Kalau sudah seperti itu, maka yang rugi masyarakat Bali. Karena itu, kita perlu sikapi setiap riak-riak yang bisa mengganggu keamanan Bali,” tutur Sudikerta.

Menurut dia, situasi aman dan kondusif ini tidak saja terkait perayaan Natal dan Tahun Baru, tetapi juga terkait dinamika jelang Pilgub Bali 2018. Ia berharap, agar situasi di Bali senantiasa kondusif, sekeras apapun persaingan jelang Pilgub Bali nanti.

“Situasi politik mudah-mudahan adem. Kalau semua tokoh politik paham bahwa politik itu bukan semata-mata mencari kekuasaan, maka tentu Bali akan selalu kondusif. Jadi mari sama-sama ciptakan situasi yang aman. Jangan justru bikin gejolak di tengah masyarakat,” pungkas Sudikerta.(kev)