Surabaya, petisi.co – Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) memberikan apresiasi kepada panitia yang konsisten menyelenggarakan Kejuaraan International Junior Tennis Championship ITF Widjojo Soejono hingga memasuki penyelengaraan ke-42 untuk tahun ini.
Apresiasi tersebut, disampaikan Wakil Ketua Umum PP PELTI Mohammad Jafar Hafsah kepada wartawan usai pembukaan International Junior Tennis Championship ITF Widjojo Soejono ke-42 di Lapangan Tenis Kodam V Brawijaya, Surabaya, Senin (29/9).
Menurutnya, pelaksanaan turnamen seperti ini membutuhkan energi dan kerja besar. Selain melatih atlet, kejuaraan ini juga memberikan poin peringkat internasional bagi peserta karena masuk dalam kalender resmi Federasi Tenis Internasional (ITF).
“Turnamen ini, sekaligus mendukung visi PELTI dalam menjadikan tenis sebagai bagian dari industri olahraga. Menjadi wadah pembinaan dan peningkatan prestasi atlet muda baik nasional maupun internasional,” ujarnya.
Melalui jalur kompetisi, lanjutnya, tenis tidak hanya menghasilkan prestasi saja. Tapi, juga membuka peluang karier dan kebanggaan bagi atlet serta daerah asalnya. “Tenis bisa dijadikan mata pencaharian dan membawa nama harum bangsa. Inilah yang dimaksud industri tenis,” ucapnya.
Apresiasi sama disampaikan Ketua KONI Jatim M Nabil. Ditengah sulitnya mencari sponsor, even ini masih mampu bertahan hingga sekarang. “Ini sudah menjadi tradisi. Luar biasa. Tidak mudah mendatangkan petenis 20 negara dengan biaya sendiri,” katanya.
Karena itu, Widjojo Soedjono yang sudah menjadi kalender nasional harus bisa dipertahankan. Alangkah baiknya pula peserta tidak hanya bertanding disini saja. Tapi, even ini juga bisa memberdayakan ekonomi masyarakat.
“Karena pemberdayaan ekonomi rakyat ini, sekarang menjadi bagian penting dari dunia olahraga. Contohnya Porprov kemarin. Perputaran uang dalam satu Minggu penyelenggaraan Porprov di Malang mencapai Rp 1,3 miliar. Di Batu sekitar Rp 1,1 miliar,” ungkapnya.
Direktur Turnamen ITF Widjojo Soedjono ke-42 Didik Utomo Pribadi menyebut dari total 500 peserta, sebanyak 350 merupakan petenis Indonesia, sementara 150 lainnya berasal dari luar negeri. 150 petenis luar negeri tersebut, berasal dari 24 negara.
Adapun 24 negara itu, Thailand, Filipina, Korea, Taiwan, Jepang, Tiongkok, India, Malaysia dan Amerika Serikat. Singapura, Australia, Hong Kong, Inggris, Polandia, Kamboja, Banglades, Swiss, Jerman, Vietnam, Srilanka, Pakistan, Myanmar, Arab Saudi hingga Afrika Selatan.
“Dari Jawa Timur sendiri menurunkan atlet pemusatan latihan daerah (puslatda) jika berusia di bawah 18 tahun, selain itu juga ada petenis nasional. Khusus pertandingan KU 18 diselenggarakan di Unesa yang memiliki lapangan tenis bagus dan bertaraf internasioanl,” paparnya. (bm)






