Surabaya, petisi.co – SMA Negeri 12 Surabaya menghadirkan program baru yang menjadi primadona bagi para siswanya, yaitu program orang tua mengajar. Program ini merupakan kelanjutan dari program sekolah sebelumnya, seperti program orang tua memonitor belajar siswa dan kotak saran digital.
Kepala SMA Negeri 12, Mugono menjelaskan, program orang tua mengajar bertujuan untuk memberikan pengalaman tambahan bagi siswa dari orang tua mereka sendiri.
Ia menekankan bahwa tidak harus orang tua dengan profesi tertentu yang menjadi narasumber, melainkan semua orang tua dapat berkontribusi termasuk mereka yang berprofesi sebagai pedagang.
“Tidak harus seorang direktur atau kepala bagian yang menjadi nara sumber, tapi semua kita ambil pengalamannya, bahkan orang tua yang pekerjaannya dagang somay pun ikut sebagai pengajar,” ujar Mugono.
Program wali murid mengajar ini diinisiasi oleh pengurus komite dan didukung penuh oleh sekolah. Program ini juga mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Jawa Timur karena inovasi yang dilakukan oleh sekolah untuk memberikan bekal ilmu sebanyak-banyaknya kepada siswa.
“Insya Allah program SMA Negeri 12 didengar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, terbukti program kita dipamerkan di rapat-rapat koordinasi antar Kepala Sekolah di Jawa Timur,” papar Mugono.
Aiptu (Purn) Pol Budi Santoso, salah satu wali murid yang mengajar mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memotivasi siswa agar lebih bersemangat dalam belajar.
Ia memberikan materi mengenai tertib, aman, dan nyaman, berdasarkan pengalamannya sebagai purnawirawan Polri dan seorang intel.
“Saya sudah tua dan gondrong begini karena saya biasa dinas di kepolisian bagian Resmob dan Intel,” ujar Budi saat mulai mengajar.
Interaksi tanya jawab yang aktif saat orang tua mengajar menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ini menarik bagi siswa. Budi berharap kegiatan orang tua mengajar dapat dijadwalkan lebih periodik, karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa.
“Ini adalah pengalaman pertama saya, dan diberi kesempatan satu jam, walaupun saya sendiri belum siap semuanya, tapi insya Allah saya senang,” pungkas Budi. (joe)







