TULUNGAGUNG, PETISI.CO – Puskesmas (PKM) Boyolangu secara intens dan masif menyelenggarakan kelas ibu balita dengan dijadwalkan secara rutin satu bulan sekali atau 12 kali dalam satu tahun.
Seperti bulan bulan sebelumnya, di bulan Agustus 2024 ini Puskesmas Boyolangu menyelenggarakan kelas ibu balita pada minggu pertama.
Kelas ibu balita ini mempunyai tujuan umum, untuk meningkatkan pengetahuan sikap dan perilaku ibu dengan menggunakan buku KIA dalam mewujudkan tumbuh kembang balita yang optimal serta kaitannya meningkatkan cakupan kunjungan bayi dan balita.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Boyolangu, Yulaikah, SST., M.Kes., Selasa (13/8/2024).
Lebih lanjut Kapus Boyolangu menyampaikan, selain itu kegiatan kelas ibu balita juga memiliki tujuan khusus, antara lain, untuk Meningkatkan kesadaran pemberian asi ekslusif, Meningkatkan pengetahuan ibu akan pentingnya imunisasi pada bayi, Meningkatkan ketrampilan ibu dalam pemberian MP-Asi dan gizi seimbang pada balita, Meningkatkan kemampuan ibu memantau pertumbuhan dan melaksanakan stimulasi perkembangan balita.
“Serta Meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara perawatan gizi balita dan mencuci tangan yang benar. Dan Meningkatkan pengetahuan ibu tentang penyakit terbanyak, cara pencegahan dan perawatan balita,” sambung Yulaikah menuturkan.
Menurutnya, kelas ibu balita merupakan kelas dimana para ibu mempunyai anak berumur 0 sampai dengan 5 Tahun secara bersama sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatanyang dibimbing oleh fasilitator dari petugas kesehatan setempat dengan menggunakan buku KIA.
Kelas ibu balita di selenggarakan secara partisipatif artinya para ibu tidak di posisikan hanya menerima informasi karena posisi pasif cenderung tidak efektif dalam merubah perilaku.
“Cara melaksanakan kegiatannya yaitu, dengan cara tanya jawab, diskusi, curahurah pendapat,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, Pelaksanaan kelas ibu balita perlu mempunyai data sasaran jumlah ibu yang memiliki balita umur 0-5 tahun kemudian mengelompokkan nya menjadi 3 kelompok, yaitu usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, dan 2-5 tahun, setiap pertemuan diikuti oleh 15 orang ibu balita.
“Untuk jadwal kegiatan Kelas ibu balita di lakukan 12 kali dalam satu tahun. Kelas ibu balita di laksanakan di pos posyandu setiap desa di wilayah kerja UPT Puskesmas Boyolangu,” imbuhnya.
Lanjut Kapus Boyolangu mengungkapkan peran lintas sektor. Menurutnya, Peran lintas sektor disini adalah pemerintah desa yang berperan sebagai koordinasi pembinaan, penggerakan peran serta masyarakat, pengembangan jaringan kemitraan, pengembangan metode pendampingan masyarakat, teknik advokasi fasilitasi, dan pemantauan. Pengasuh pondok pesantren berperan untuk memberikan fasilitas dan waktu untuk pemantauan dan pembinaan poskestren.
“Mengenai hasil kegiatan dilakukan pencatatan pada buku harian, kemudian dilakukan pelaporan setiap bulan, dan evaluasi dilakukan setiap tahun pada akhir tahun,” tandasnya. (par)







