Tuban, petisi.co – Ratusan buruh Jasa Pengelola Alat (JPA) atau driver di PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu masuk perusahaan yang berlokasi di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Senin (21/4/2025) siang.
Aksi ini bukan hanya sekadar protes, sebanyak 137 driver juga melakukan mogok kerja total. Imbasnya, truk-truk besar terparkir rapi dan tidak beroperasi di demo.
Para pekerja menuntut kepastian perlindungan kerja dan menolak sistem kerja baru yang dinilai tidak manusiawi. Mereka menolak diterapkannya sistem harian lepas atau skema rental, yang dianggap merugikan dan jauh dari kata layak.
Permasalahan ini mencuat setelah pihak PT Selogiri Makmur, selaku vendor kerja, tidak memperpanjang kontrak kerja para driver JPA yang habis pada 30 April 2025 mendatang. Parahnya lagi, perusahaan tersebut justru mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak, meski proses mediasi telah dilakukan sebelumnya.
Ketua FSPMI Tuban, Duraji, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan aksi hingga ada kejelasan dari pihak perusahaan.
“Yang kami perjuangkan adalah jaminan kerja. Kami tidak mau dipaksa menerima sistem kerja yang tidak menjamin kesejahteraan. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan terus bertahan di sini, bahkan mulai hari ini kami akan dirikan tenda di lokasi aksi,” tegas Duraji saat diwawancarai di lokasi unjuk rasa.
Ia juga menyayangkan sikap PT UTSG yang dinilai lepas tangan terhadap nasib para driver. Padahal, menurutnya, perusahaan seharusnya bertanggung jawab penuh atas sistem kerja yang diterapkan di dalam operasional tambang.
“Dulu teman-teman mendapat upah tetap yang jelas. Sekarang diganti dengan sistem tonase yang tak menentu dan menyulitkan pekerja,” tambahnya.
Pihak perusahan sempat melakukan mediasi di sela-sela demo berlangsung. Namun dalam mediasi tersebut, perwakilan dari PT UTSG tidak menemukan titik temu. Akhirnya perwakilan driver memilih untuk meninggalkan ruangan audensi.
Sampai berita ini diturunkan, upaya wartawan petisi.co untuk meminta keterangan resmi dari pihak manajemen PT UTSG belum membuahkan hasil. Meskipun dijanjikan akan memberikan keterangan hingga pukul 14.00 WIB, tidak ada satu pun perwakilan perusahaan yang keluar menemui awak media yang sudah menunggu di lokasi. (ric)





