PETISI.CO
LGus Mudlor-Subandi temui Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono.
PEMERINTAHAN

Rencana Pembangunan Gedung Pemkab Sidoarjo 8 Lantai Ditangguhkan

SIDOARJO, PETISI.CO – Gus Mudlor-Subandi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo terpilih, temui Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono dalam rangka untuk sinkronisasi RPJMD Kab Sidoarjo, Senin (11/01/2021) di ruang transit Delta Wibawa Pendopo Sidoarjo.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Muhdlor meminta rencana pembangunan gedung Pemkab Sidoarjo setinggi delapan lantai ditangguhkan. Ia menilai, masih banyak hal lebih urgen yang harus dilakukan di tengah keterbatasan fiskal di masa pandemi Covid-19 ketimbang membangun gedung delapan lantai.

Gus Muhdlor menyampaikan hal tersebut mengingat APBD Sidoarjo 2021 sudah disetujui ketika proses pilkada berlangsung. Sekarang orang bekerja bisa dari mana saja dengan teknologi informasi.

Kami akan perkuat digitalisasi pelayanan publik. Jadi pembangunan gedung tidak urgen. Yang perlu diintegrasikan itu kan sistemnya. Sehingga pelayanan cepat, bukan disatukan kantornya dengan membangun gedung tinggi.

”Sekarang masa sulit, harus dibangun sensitivitas. Fokus saja ke hal-hal yang lebih urgen. Seperti pembangunan rumah sakit, membangun jalan, stimulus modal dan pemberdayaan usaha rakyat, dan sebagainya.

“Masih banyak kepentingan publik yang perlu diutamakan,” ujar Gus Mudlor.

Dalam kondisi sekarang ini di mana masyarakat mengalami situasi ekonomi yang sulit, sudah tidak urgen lagi membangun gedung lantai 8 dengan anggaran ratusan miliar.

”Pembangunan rumah sakit Sidoarjo Barat lebih urgen. Masyarakat wilayah Barat sangat membutuhkan rumah sakit. Sementara ini untuk berobat ke RSUD Sidoarjo terlalu jauh, kasihan orang sakit kelamaan di jalan. Jadi, kalau rumah sakit wilayah barat saya malah mendukung untuk dipercepat,” katanya.

Gus Muhdlor juga menegaskan, masa pandemi membuat kapasitas fiskal daerah terbatas. Selain karena PAD menurun lantaran aktivitas ekonomi juga susut, hal itu juga karena aliran dana dari pusat berkurang.

Sehingga, daerah harus benar-benar cermat menggunakan anggaran.
APBD harus benar-benar digunakan untuk aktivitas yang langsung menggerakkan ekonomi rakyat, perkuat concern pada infrastruktur yang sifatnya publik dan bisa generate ekonomi secara langsung ke rakyat. Itu jauh lebih penting,” tegasnya.

Pemkab Sidoarjo merencanakan pembangunan gedung delapan lantai dengan skema penganggaran tahun jamak (multiyear) selama 2020-2023. Tahun 2020 tahap perencanaan, anggarannya Rp 4,75 miliar.

Lalu pada 2021 tahap struktur pembangunan dengan anggaran Rp 120 miliar, dan 2022 sebesar Rp 120 miliar, serta tahun 2023 sebesar Rp 60 miliar.

”Insya Allah, dengan komunikasi yang baik, serta didukung ASN berinovasi, ke depan Pemkab Sidoarjo akan bekerja lebih cepat, lebih responsif, lebih akuntabel, dan yang terpenting programnya bisa membantu rakyat,” ucapnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Sidoarjo, Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidoarjo, Kepala Bappeda Sidoarjo, Kepala Dinas PU Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BKD, Kepala BPKAD, maupun Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah. (try)

terkait

Empat Point SE Wali Kota Surabaya Terkait Larangan Takbir Keliling

redaksi

Bupati Jombang Berharap, Setelah Pensiun Aktif di Organisasi Sosial

redaksi

Disidak Gubernur, 475 Orang Mundur dari Tes CPNS

redaksi