RPHU Pertama Surabaya Resmi Beroperasi 

oleh -116 Dilihat
oleh
Peresmian RPHU pertama milik PT RPH Perseroda di kawasan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya

Surabaya, petisi.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini selangkah lebih maju dalam memastikan standar kesehatan dan kebersihan pangan, khususnya daging unggas. Hal ini ditandai dengan peresmian Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPHU) pertama milik PT RPH Perseroda di kawasan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Kamis (21/8/2025).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa fasilitas ini dibangun bukan sekadar untuk mempermudah proses pemotongan unggas, tetapi untuk menjawab tantangan utama soal higienitas, sertifikasi halal, dan potensi ekspor.

“Setelah ini, kami akan mengurus Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan sertifikasi halal. Dengan satu NKV, maka RPHU ini bahkan bisa dipakai untuk ekspor unggas, bukan hanya distribusi antar-provinsi,” tegas Wali Kota Eri.

RPHU Jeruk dilengkapi dengan alat-alat pemotongan unggas modern yang telah disesuaikan dengan standar nasional. Menurut Cak Eri, proses penyembelihan di fasilitas ini lebih cepat, higienis, dan tuntas.

“Tadi dari provinsi menyampaikan bahwa cara pemotongan di sini sudah sesuai standar. Bersih, cepat, dan terlihat betul cara kerjanya,” ujarnya.

Turut hadir dalam peresmian ini antara lain Anggota DPD RI Lia Istifhama, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mochammad Machmud, serta perwakilan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Usai peresmian, Wali Kota Eri menegaskan akan melarang aktivitas pemotongan unggas di dalam pasar tradisional. Langkah ini diambil untuk menjaga kebersihan pasar serta menjamin proses penyembelihan yang halal dan ramah lingkungan.

“Pemotongan unggas tidak boleh lagi di pasar. Semua harus dilakukan di tempat seperti RPHU yang punya IPAL dan sertifikat halal,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa sosialisasi kepada para pedagang akan segera dilakukan, karena sebagian dari mereka sudah mulai tertarik menggunakan fasilitas ini.

RPHU Jeruk menjadi model pertama yang akan direplikasi ke wilayah lain di Kota Pahlawan. Pemkot dan Komisi B DPRD Surabaya akan bersinergi menyiapkan lebih banyak titik RPHU.

“Kalau alat seperti ini ada di semua wilayah, kualitas pangan kita makin terjamin,” ujar Cak Eri.

Sementara itu, Direktur Utama PT RPH Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, menjelaskan bahwa RPHU Jeruk dapat memotong hingga 5.000 ekor ayam per hari, dengan ongkos sangat terjangkau, hanya Rp1.000 per kilogram ayam hidup.

“Harga ini mengikuti mekanisme pasar, dan ke depan kami juga akan kembangkan produk boneless dan parting,” jelasnya.

Tak hanya itu, Fajar mengungkapkan pihaknya sedang menyiapkan cold storage untuk menjaga stok ayam saat harga di pasar melonjak. Langkah ini sekaligus menjadi intervensi pasar untuk menekan inflasi harga ayam.

“Kami ingin RPHU ini tidak hanya menyediakan jasa pemotongan, tapi juga bisa menstabilkan harga ayam di pasar tradisional,” pungkasnya. (dvd)