Petisi
Klenteng Hong San Kiong di Gudo Jombang Mandikan Patung Dewa
PERISTIWA

Sambut Imlek, Klenteng Hong San Kiong di Gudo Jombang Mandikan Patung Dewa

JOMBANG, PETISI.CO – Sudah menjadi tradisi bagi umat Tri Dharma Klenteng Hong San Kiong memandikan sejumlah patung dewa dalam menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 2570 yang kurang beberapa hari lagi.

Kesibukan seperti ini terpantau di klenteng yang ada di Kecamatan Gudo, Rabu (30/1/2019).

Ketua sekaligus Pembina Klenteng Hong San Kiong Heri Purwanto menjelaskan, pemandian patung pemujaan di klenteng yang berdiri sejak tahun 1700 ini, dilakukan rutin setiap tahunnya saat menjelang Imlek.

“Ini kegiatan rutin kami jelang imlek,” kata Heri kepada awak media, Rabu (30/1/2019).

Dijelaskan, di Klenteng Hong San Kiong terdapat satu patung pemujaan yang berumur ratusan tahun. Atau yang disebut sebagai tuan rumah klenteng, yaitu Kong Cho Kong Tik Tjun Ong. Patung tersebut diperkirakan berumur 400 tahun. “Tuan rumah Kong Cho Kong Tik Tjun Ong ini sudah lama, perkiraan berumur 400 tahunan,” sambungnya.

Diungkapkan, untuk memandikan Kong Cho Kong Tik Tjun Ong ini, tidak boleh dikenakan air secara langsung. Melainkan harus menggunakan kain basah, dengan mengelapnya secara halus.

“Yang ini harus hati-hati agar tidak mengelupas kayunya,” tuturnya sambil menunjukkan patung dimaksud.

Sementara itu, pada proses pemandian patung dewa, tidak hanya Kong Cho Kong Tik Tjun Ong saja, melainkan masih ada sedikitnya 30-an patung dewa yang juga dimandikan. Cara pemandian patung yang terbuat dari batu keramik, tembaga, dan kayu ini, dengan air yang dicampur dengan bunga dari berbagai warna.

Setelah proses pemandian, patung-patung ditata rapi di atas meja di depan tempat persembayangan.

“Malam itu sembayang dulu sebelum dimandikan. Mau apa tidak, kalau mau ya dimandikan, kalau tidak ya tidak dimandikan,” ungkapnya.

Sedangkan, tujuan dari pemandian patung dewa ini sendiri merupakan bentuk merawat tradisi yang ada di Klenteng Hong San Kiong. Selain itu juga dipanjatkan doa-doa agar negara terhindar dari bahaya. “Harapannya negara aman, usaha juga lancar,” pungkasnya.(hardi)

 

terkait

Sayembara Desain Arsitektur HIPMI, Wadah Membangun SDM Kota Batu

redaksi

Gubernur Jatim Larang Masyarakat Langsung Berikan Dana ke Myanmar

redaksi

Bupati Sijunjung Promosikan Geopark Ranah Minang Silokek

redaksi