Surabaya, petisi.co – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono membuka peluang kerjasama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dengan Womenpreneur Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim.
Hal itu terungkap dalam pertemuan Sekdaprov Adhy Karyono dengan Womenpreneur HIPMI Jatim di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Rabu (21/1/2026).
Peluang kerjasama ini bisa dilakukan dengan berbagai Perangkat Daerah ataupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jatim. “Kami membuka ruang kerjasama, kami persilakan, bebas mau kolab dimana, dengan perangkat-perangkat daerah mana saja yang bisa dibangun kerjasama,” ujarnya.
Dijelaskan, Pemprov Jatim terbuka untuk membangun kerjasama terlebih saat ini semua sedang mengalami efisiensi anggaran. Sehingga Jatim pun tengah mendorong semua perangkat daerahnya untuk melakukan creative financing.
“Jadi memang saat ini kami meminta bagaimana efisiensi ini tetap produktif, harus membuka peluang kerjasama, mengoptimalkan seluruh potensi,” tegasnya.
Menurutnya, skema kerjasama yang bisa dibangun akan berbeda dengan kerjasama yang pernah dilakukan sebelumnya. Potensi yang bisa dikerjasamakan saat ini lebih kepada pemanfaatan aset Pemprov Jatim.
“Jadi sekarang ini kerja sama yang bisa dibangun adalah pemanfaatan aset Pemprov, ada banyak aset Pemprov di lokasi strategis yang nanti dapat dikerjasamakan dimanfaatkan untuk apa, yang pasti sebagai pihak pertama kerjasama ya Pemprov Jatim,” jelasnya.
“Dan harus ada pendapatan juga buat Pemprov, ini kami lagi menggali potensi-potensi yang bisa menjadi sumber pendapatan,” tambah mantan Penjabat (Pj) Gubernur Jatim ini.
Selain kerjasama pemanfaatan aset, lanjut Adhy, Womenpreneur HIPMI Jatim bisa dilibatkan dalam program misi dagang yang digelar Pemprov Jatim. Program Misi Dagang Jatim ini, tidak hanya digelar antar provinsi di Indonesia, tetapi juga sudah digelar di luar negeri.
“Ini bisa menjadi peluang melebarkan bisnis juga, bisa ikut misi dagang karena Jatim ini tidak hanya menggelar misi dagang dengan provinsi lain tetapi juga mancanegara,” cetusnya.
Jika tertarik mengikuti misi dagang, Adhy menyebut Womenpreneur HIPMI Jatim bisa berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim. Sebelum ikut dalam misi dagang, lanjutnya, akan diawali dengan business matching terlebih dahulu.
“Coba bisa ke Disperindag agar nanti dilibatkan business matching dan bisa ikut berangkat saat misi dagang, karena yang berangkat misi dagang biasanya sudah pasti ada transaksi,” tuturnya.
Untuk mengetahui kerjasama yang bisa dibangun, Adhy menyarankan agar Womenpreneur HIPMI Jatim bisa membangun komunikasi dengan Perangkat Daerah Jatim yang sesuai dengan bidang yang ingin dikerjasamakan.
“Perangkat daerah saat ini tengah menyiapkan program-program creative finance di bidangnya dan diminta ibu Gubernur untuk memaparkan di awal bulan Maret,” ungkapnya.
Menurutnya, hal ini tepat sekali jika Womenpreneur HIPMI Jatim bisa menangkapnya sebagai peluang kerjasama. Oleh sebab itu, ia berpesan agar segera mengidentifikasi kerjasama yang dapat dibangun dengan perangkat daerah yang sesuai.
“Prinsipnya monggo, banyak sekali yang bisa dikerjakan, kami memberikan kesempatan agar Womenpreneur HIPMI Jawa Timur juga bisa memberikan support untuk Pemprov Jatim,” ujarnya. (bm)







