Sempat Mandeg Akibat Brebet, Kini Ojek Online Tuban-Bojonegoro Mulai Beroperasi Lagi

oleh -9 Dilihat
oleh
Driver ojek online selepas mengisi bahan bakar minyak di salah satu SPBU setempat

Tuban, petisi.co – Setelah sempat terdampak masalah motor brebet usai pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite beberapa waktu lalu, para pengemudi ojek online (Ojol) di Kabupaten Bojonegoro kini mulai kembali beroperasi dan menggunakan Pertalite seperti biasa.

Dalam tiga hari terakhir, penggunaan Pertalite oleh para pengemudi ojol berangsur normal. Sebelumnya, sebagian besar pengemudi sempat beralih menggunakan Pertamax untuk menghindari kendala pada mesin kendaraan.

Ketua DPC Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Tuban, Yuri Novianto, mengatakan para pengemudi kini merasa lebih tenang karena kondisi motor sudah kembali stabil. Meski masih ada kekhawatiran, sebagian besar driver mulai berani kembali mengisi Pertalite.

“Beberapa hari terakhir, kawan-kawan sudah mulai pakai Pertalite lagi. Alhamdulillah, motor normal dan nggak brebet seperti sebelumnya,” ujar Yuri, Jumat (7/11/2025).

Yuri menjelaskan, saat awal kejadian banyak pengemudi mengalami masalah pada mesin kendaraan. Motor terasa tidak bertenaga, tersendat, bahkan sebagian harus masuk bengkel. Untuk menghindari kerusakan, para driver pun sempat beralih ke Pertamax meski biayanya lebih tinggi.

“Biasanya kami habis Rp50.000 sampai Rp60.000 per hari untuk BBM, tapi saat pindah ke Pertamax bisa tembus Rp100.000. Itu cukup memberatkan bagi pengemudi,” terangnya.

Meski begitu, ia mengapresiasi langkah cepat pihak SPBU dan Pertamina yang langsung turun melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan. Setelah ada tindak lanjut, kualitas bahan bakar di sejumlah SPBU Tuban kini dinilai sudah lebih baik.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa. Sekarang Pertalite sudah aman dan bisa kami pakai seperti biasa,” tambahnya.

Hal serupa juga di benarkan oleh Ketua Komunitas Ojol Bojonegoro, Suwito mengatakan,  bahwa kondisi kendaraan para pengemudi kini sudah kembali stabil. Meski sempat ada yang harus masuk bengkel, saat ini motor para pengemudi sudah tidak lagi mengalami kendala.

“Sudah sekitar tiga hari ini kami pakai Pertalite lagi dan motor berjalan normal. Nggak ada brebet atau mogok,” ujar pria yang akrab disapa Wio.

Wio mengungkapkan, saat awal kejadian banyak pengemudi yang khawatir karena mesin motor terasa tidak bertenaga dan tersendat setelah mengisi Pertalite di beberapa SPBU. Akibatnya, sebagian pengemudi memilih menggunakan Pertamax meski dengan biaya yang lebih tinggi.

“Waktu itu kami beralih ke Pertamax dulu, meskipun biayanya lebih mahal. Yang penting motor bisa jalan lancar, karena ojol kan bergantung pada kendaraan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat pihak SPBU dan Pertamina yang segera melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan. Setelah ada tindak lanjut, kualitas bahan bakar di SPBU dinilai sudah jauh lebih baik. (ric)