Serahkan Penghargaan Pendonor Darah Sukarela 75 Kali, Pj Gubernur Adhy: Stok Darah di Jatim Stabil

oleh -222 Dilihat
oleh
Pj Gubernur Adhy menyematkan lencana kepada 10 perwakilan penerima penghargaan pendonor darah sukarela

Surabaya, petisi.co – Provinsi Jawa Timur (Jatim) hingga kini tidak pernah kekurangan stok darah. Bahkan, melebihi kebutuhan. Sehingga Jatim terus bisa menjadi provinsi yang bisa diandalkan karena memiliki stok darah yang stabil.

Hal itu disampaikan Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono pada acara penyerahan penghargaan kepada 590 orang Pendonor Darah Sukarela dari 38 Kabupaten/Kota se-Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (29/10).

Ratusan pendonor darah tersebut, tercatat telah melakukan donor darah melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim sebanyak 75 kali hingga tahun 2024. “Ini artinya masyarakat Jatim yang punya keinginan dan kemauan menjadi pendonor darah sangat luar biasa,” ujar Adhy.

Menurutnya, para pendonor darah sukarela ini merupakan wujud nyata solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Untuk itu, ia mengapresiasi penuh atas keikhlasan para pendonor yang bisa menyelamatkan banyak nyawa di Jatim.

“Atas nama masyarakat dan jajaran Pemerintah Provinsi Jatim, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pendonor darah. Anda semua adalah aset yang luar biasa dengan keikhlasan luar biasa, mendonorkan darah secara rutin,” tuturnya.

Meski kondisi stok darah stabil, Adhy meminta kesadaran masyarakat dan jumlah pendonor darah khususnya pendonor darah sukarela masih harus ditingkatkan. Pihaknya akan serius mendukung upaya PMI Jatim dalam meningkatkan jumlah pendonor darah sukarela, utamanya yang berasal dari generasi muda.

Saat ini, jumlah donor darah sukarela di Jatim mencapai 180.000 orang yang masing-masing bisa menghasilkan dua kantong darah. Sedangkan, kebutuhan kantong darah yang ditargetkan oleh PMI Pusat adalah dua persen dari jumlah masyarakatnya atau di Indonesia kurang lebih sejumlah 740.000 kantong darah.

“Keberadaan para pendonor darah sukarela inilah yang penting. Dan sesuai kewenangan kita di wilayah SMA/SMK, kita akan dukung sosialisasi ini. Harapannya generasi muda bisa menggantikan dengan contoh-contoh yang baik tadi,” jelasnya.

Selain itu, ia juga berharap agar dukungan bisa diperoleh dari pemerintah di kab/kota. Bupati/Walikota di Jatim bisa menjadikan standar bagi setiap rumah sakitnya untuk memiliki Bank Darah masing-masing.

Tujuannya sebagai tempat penyimpanan sekaligus pengelolaan, mengingat darah tidak bisa disimpan di tempat sembarangan. Cukupnya ketersediaan darah ini, juga membantu menyukseskan program prioritas Pemprov Jatim yaitu penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi.

Dimana, salah satu penyebab kematian ibu terbanyak adalah akibat perdarahan. “Untuk itu, kami mengajak masyarakat untuk bisa menjadi pendonor darah. Saya sendiri juga pernah secara rutin melakukan donor darah dan merasakan dampak positif bagi kesehatan saya,” katanya.

Ketua PMI Jatim H Imam Utomo mengatakan Jatim selalu terdepan dalam menjaga stok darah dibanding provinsi lain di Indonesia. Dimana, target produksi darah yang ditetapkan PMI pusat tahun 2024 sebanyak 744.000 kantong atau 2% dari jumlah penduduk Jatim.

Namun, realisasinya mencapai 1.284.889 kantong atau 2,79% sehingga melebihi target. “Jumlah pendonor darah sukarela kita terus meningkat. Baik yang 50 kali, 75 kali hingga 100 kali. Tentu saya sangat bangga,” ungkapnya.

Ia berharap, jumlah pendonor darah sukarela bisa lebih ditingkatkan dengan sosialisasi yang masif kepada murid SMA/SMK melalui program Palang Merah Remaja atau PMR.

“Karena mereka ialah generasi-generasi muda yang bisa menggantikan para pendonor darah sukarela yang tadi sudah 75 kali melakukan donor darah,” tandasnya. (bm)

No More Posts Available.

No more pages to load.