Sinergitas TNI/POLRI di Lamongan Layani Kebutuhan Makan Warga Desa Yang Tertera PSBB Lokal

oleh -147 Dilihat
oleh
Kapolres Lamongan AKBP Harun dan Dandim Letkol Inf. Sidik Wiyono Turut serta memasak di dapur umum.

LAMONGAN, PETISI.CO – Penderita positif Covid-19 di Lamongan kian meningkat terus. Hingga kini jumlahnya mencapai sebanyak 64 orang.

Sementara hanya ada dua wilayah yakni, Kecamatan Laren dan Sukorame yang hijau. Dari jumlah penderita terkonfirmasi positif, Pemkab Lamongan telah memberlakukan karantina desa atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lokal di 3 desa dan 1 kelurahan.

Personil TNI/Polri bahu membahu menyiapkan kebutuhan makan warga desa yang PSBB Lokal.

Tiga desa dan satu kelurahan ini tentu ada banyak dampak kesulitan yang dirasakan masyarakat, seperti di Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi, Desa Mayong, Kecamatan Karangbinangun, Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi dan Kelurahan Blimbing, Paciran.

Mendapati kenyataan tersebut, Polres Lamongan sejak beberapa hari ini halaman Polres Lamongan jalan Kombes Pol M Duryat Lamongan disulap menjadi dapur umum untuk melayani masyarakat Lamongan yang terdampak pandemi corona.

Terlihat setiap sore, anggota TNI dan Polri bersama-sama memasak di dapur umum tersebut. Bahkan Kapolres, AKBP Harun dan Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono tak mau ketinggalan ikut nimbrung meracik bahan masakan.

“Dapur umum ini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19,” kata Kapolres Lamongan AKBP Harun, Sabtu (16/5/2020).

Hasil masakan di dapur umum Polres Lamongan ini, menurut Harun, salah satunya adalah untuk mensuplai kebutuhan makanan di desa di Lamongan yang menerapkan PSBB tingkat lokal desa.

“Kita distribusikan makanan ini kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama ke desa-desa yang melaksanakan PSBB lokal,” katanya.

Selain itu, lanjut Harun, dapur umum ini juga menyuplai kebutuhan logistik bagi petugas yang bersiaga di Pos cek point yang ada di seluruh Lamongan. Tiga Pos check point yang menerima masakan hasil dapur umum tersebut, yakni di Pos check Point Rowo Semando di Kecamatan Babat, Pos Check Point Terminal Lamongan dan pos check Point Stadion Kec. Deket.

Untuk lauk, imbuh Harun, pihaknya memilih ikan hasil tangkapan nelayan dan juga ikan hasil tambak masyarakat Lamongan. “Semua proses memasak ikan hasil tangkapan nelayan dan ikan tambak, nasi dan bahan lainnya hingga selesai memasak dan dilakukan pembungkusan semuanya dilakukan di Dapur Umum di halaman Mapolres,” ungkapnya.

Harun berharap dapur umum yang dibangun di Mapolres Lamongan itu mampu mengurangi beban ekonomi yang dirasakan warga. Dapur umum ini, tambah Harun, merupakan upaya kepolisian menghadirkan jaring pengaman sosial bagi masyarakat.

Menurutnya, ini adalah salah satu upaya TNI-Polri untuk ikut bahu-membahu membantu kesulitan masyarakat. (pendim 0812/ak)

No More Posts Available.

No more pages to load.