SPSI Kota Batu Menyayangkan Retail Modern Ditutup

oleh
Ketua SPSI Kota Batu, Portomo SH

BATU, PETISI.COMenyoal retail modern di Kota Batu, berdasarkan data ada tujuh titik yang diduga belum mengantongi ijin khususnya Indomaret, isunya akan ditutup oleh Penegak Perda Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Batu.

Maka, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Batu, Portomo SH, berharap kepada Satpol PP supaya tidak menutup retail modern tersebut. Dikarenakan, dengan ditutupnya retail modern itu akan bedampak buruk, yang pekerjanya adalah masyarakat setempat.

“Salah satu contoh retail modern Indomaret di Desa Punten, yang sudah ditutup itu saya melihat sangat kasihan sekali para pekerjanya. Karena sangat berdampak sekali bagi mereka, artinya akan menambah daftar panjang jumlah angka penganguran di Kota Batu,” ucapnya, Rabu (25/4/2018).

Alasanya, masih kata dia, para pekerja itu mendatangi kantor SPSI untuk meminta perindungan. Sehingga, pekerja akan nganggur yang jelas akan menjadi PR bagi Disnaker Kota Batu.

“Secara otomatis, para pekerja itu larinya juga ke Disnaker. Maka, ini akan menambah pekerjaan Disnaker. Jika pekerja itu tidak diperhatikan, bagaimana nasib mereka,” katanya, sembari menyatakan sudah 25 tahun menjadi ketua SPSI Kota Batu.

SPSI Kota Batu, ada di posisi tengah-tengah saja. Dan tidak membela siapapun, antara retail modern dan Pemerintah Daerah. Yang jelas, di sini SPSI Kota Batu hanya memperjuangkan nasib tenaga kerja itu.

Lebih lanjut, masih kata Portomo, dengan adanya penutupan retail modern yang ada di Desa Punten itu, kalau sudah ditutup maka seharusnya semua retail modern di Kota Batu yang belum melengkapi persyaratan dari Pemkot Batu, lebih baik harus dututup saja semuanya.

“Sedikit saja apalagi retail modern itu sudah dibangun, kalau mau ditutup harus semuanya biar adil. Sehingga tidak ada kesan, tebang pilih di mata masyarakat Kota Batu. Ini merupakan pembelajaran bagi kita semua, untuk lebih cermat dan teliti. Sehingga mengingat, menimbang, untung dan rugi berpihak kepada siapa?. Sehingga, nasib para pekerja menjadi tidak jelas,” kilahnya.

Sementar itu, Yunda, salah satu karyawan retail modern Indomart Sidomulyo saat dikonfirmasi menyatakan, kalau seandainya tokonya ditutup saya atas nama pribadi dan mewakili teman- teman personil toko yang lain sangat menyayangkan hal tersebut.

“Soalnya nanti kalau tokonya di tutup, bagaimana nasib para karyawannya. Harapan kami, toko tetap bisa beroperasional seperti saat ini. Karena yang kami tahu. selama ini warga sekitar tidak ada masalah dengan Indomaret, dan setiap hari kami bekerja seperti biasanya, memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumen yang datang ke Indomaret,” tutupnya. (eka)